Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Varian Baru Covid-19 B117 Masuk Batam, Satu Orang Terpapar, Ada Temuan Lagi?

Varian baru covid-19 B117 ditemukan pada hasil sampel seorang warga Batam pada 23 Mei 2021.BTKLPP Batam menyebut, setelah itu belum ada temuan baru

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Varian Baru Covid-19 B117 Masuk Batam, Satu Orang Terpapar, Ada Temuan Lagi? Foto Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam, Budi Santoso 

Namun, yang baru terdeteksi hanya varian B.1.1.7.

"Jadi kalau ditanyakan terkait bagaimana variannya bisa masuk, dan penanganannya belum bisa kita sampaikan.

Kami masih menunggu pemberitahuan resmi dari Dinkes Kepri atau pihak Provinsi dahulu," ujarnya, Senin (31/5/2021).

Dalam News Webilog Tribun Batam dengan tema 'Varian Baru Covid-19 dan Jumlah Kasus di Kepulauan Riau (Kepri), ia menyampaikan untuk mengetahui bagaimana varian baru Covid-19 sendiri terdiri dari Varian Afrika, Inggris dan India.

Dari hasil penelitian menyampaikan, varian-varian baru ini tentu lebih cepat penyebarannya.

Begtitu pula untuk varian asal India.

Dimana virus itu tidak lagi ditenggorokan, tapi langsung ke paru-paru," ujarnya.

"Artinya gejala yang akan ditimbulkan bila terpapar varian India ini bisa membuat orang yang terpapar mengalami sesak napas.

Bahayanya bila orang yang terpapar itu juga memiliki riwayat penyakit pernapasan," ungkapnya.

Sementara itu, terhadap kenaikan kasus yang terjadi di Batam, dr M. Solihin menyebutkan, memang kenaikan terjadi hanya di seluruh Indonesia, bukan hanya di Kota Batam saja.

Tentunya kenaikan kasus juga tidak terlepas atas ketidak taatan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

"Inilah yang harus jadi perhatian serius kita bersama. Bukan hanya Pemerintah dan pihak-pihak terkait saja.

Kita semua harus prihatin akan lonjakan kasus ini.

Sebab itu, marilah kita taati dan terapkan prokes itu.

Keluar rumah gunakan masker, berjaga jarak, dan jangan nimbrung dalam kerumunan," ucapnya.

Ia pun mencontohkan kasus yang terjadi di India.

Dimana tingginya lonjakan kasus membuat daya tampung rumah sakit dan lokasi isolasi over kapasitas.

"Apakah kita mau seperti kejadian di India. Sampai harus dapat perawatan di ruangan terbuka.

Dikarenakan tidak ada lagi ruangan isolasi yang tersedia," ucapnya.

Terhadap Surat edaran (SE) Walikota Batam mengenai penerapan PPKM Mikro di Batam, dr M. Solihin pun meminta untuk tingkat RT/RW menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi terhadap warganya.

"Peran Lurah, RT/RW yang sangat dekat dan langsung berkomunikasi dengan warga diharapkan mampu dan bisa memberikan edukasi serta mengingatkan selalu agar menaati protokol kesehatan," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M. Bisri yang dijadwalkan sebagai pembicara berhalangan hadir.

Begitu pula dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Endra Kaputra/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Berita tentang Virus Corona di Batam 

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved