Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Heboh Kasus Anak Bawah Umur di Tanjungpinang, Sri Zulfida: Tindak Tegas Pelakunya

Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAIN Sultan Abdurrahman Kepri memberikan tanggapannya soal kasus anak di bawah umur di Tanjungpinang.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Sri Zulfida, MA memberikan tanggapannya soal kasus anak di bawah umur yang heboh di Tanjungpinang. 

Dari angka 5 tahun terakhir dapat dilihat bahwa kasus-kasus kejahatan terhadap anak, dimana pada tahun 2017 sekitar 249 kasus, 2018 sekitar 227 kasus.

Tahun 2019 sekitar 240 kasus, dan tahun 2020 sekitar 242 kasus. Dari 242 kasus ditahun 2020, hampir 100 di antaranya merupakan kasus kekerasan fisik, psikis, perantaran serta tindak pidana perdagangan orang.

Dari data tersebut banyak terjadi di Kota Batam sebanyak 50 dari 115 kasus hampir 40 persen.

Baca juga: Ima Rosida Lurah Tanjungpinang Kota, Buntut Kasus Asusila Erwan: Mohon Dukungannya

Baca juga: Dua Remaja Korban Asusila Oknum Lurah di Tanjungpinang Jalani Pemulihan

Sementara di Tanjungpinang terjadi sekitar 25 persen, dengan kekerasan fisik ada 75 kasus, psikis 55 kasus, perantaran 40 kasus, dan tindak pidana perdagangan orang 8 kasus.

Bahkan 5 (lima) tahun terakhir didominasi oleh anak-anak adalah kasus kekerasan seksual. Kekerasan seksual salah satunya di Kota Batam 1,9 juta penduduk, 60 persen diantaranya jadi ramainya kasus kekerasan didominasi oleh Kota Batam.

Dalam Konvensi Internasioanl terkait Hak Anak (Convention in the right of the Children) telah menempatkan anak sebagai subjek hukum yang harus dilindungi berserta semua hak-haknya.

Indonesia sebagai salah satu negara peserta Konvensi beserta negara lainnya berkewajiban untuk meratifikasi dan menerapkan perlindungan hukum serta jaminan terhadap kepentingan hak anak.

Konvensi ini juga sejalan dengan Deklarasi PBB Tahun 1986, yang menempatkan anak sebagai bagian dari kelompok rentan sehingga secara internasional PBB melairkan organisasi yang khusus menangani masalah anak dalam wadah UNICEF (United International Children Education og Fund).

Melihat pentingnya perlindungan terhadap anak sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa guna menjaga dan memelihara tumbuhkembang dan menjamin kwalitas anak agar bisa tumbuh menjadi sosok yang sehat, cerdas dan menjadi pelanjut sebuah bangsa di masa mendatang, menyadari hal tersebut, negara Indonesia secara konstitusional memberikan jaminan atas kesejahteraan anak agar bisa tumbuh secara optimal baik secara fisik, mental, sosial maupun spritual.

Namun dalam realitas kehidupannya, anak dalam proses tumbuhkembang tersebut akan melakukan interaksi baik secara individu maupun interaksi sosial yang melibatkan banyak pihak.

Polres Tanjungpinang saat menggelar konferensi pers kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yang melibatkan oknum lurah di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (29/5/2021)
Polres Tanjungpinang saat menggelar konferensi pers kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yang melibatkan oknum lurah di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (29/5/2021) (tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved