Breaking News:

VALAS

Rupiah Melemah Diposisi Rp 14.280 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan Rabu (2/6)

Kurs rupiah di pasar spot tak berhasil mempertahankan keperkasaannya hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (2/6).

TRIBUNBATAM.id
Pergerakan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat terus melemah. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id -  Berbanding terbalik di awal perdagangan, kurs rupiah di pasar spot tak berhasil mempertahankan keperkasaannya hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (2/6). Rupiah spot ditutup di level Rp 14.280 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah stagnan di level yang sama dengan penutupan Senin (31/5) yang juga ada di Rp 14.280 per dolar AS. 

Hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas pergerakan mata uang di kawasan melemah. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup ambles 0,65%.

Berikutnya rupee India dan dolar Taiwan yang sama-sama ambruk 0,30%. Kemudian, yen Jepang terlihat melemah 0,26% terhadap the greenback.

Selanjutnya, peso Filipina terdepresiasi 0,14% Lalu ada yuan China koreksi 0,11% serta dolar Singapura tertekan 0,09%. 

Disusul, dolar Hong Kong yang turun tipis 0,003% pada perdagangan jelang sore ini.

Baca juga: Bunga Kartu Kredit Turun dari 2% Menjadi 1,75% per Bulan, Mulai Berlaku 1 Juli 2021

Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah terkerek 0,09%. Diikuti, ringgit Malaysia yang menguat tipis 0,005% terhadap dolar AS.

Berbeda dengan rupiah di pasar spot, nilai tukar rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) tampil perkasa pada perdagangan hari ini. Rabu (2/6), rupiah Jisdor ini berada di level Rp 14.276 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah Jisdor menguat 0,11% dibanding Senin (31/5) yang berada di level Rp 14.292 per dolar AS. Pergerakan ini tak sejalan dengan rupiah di pasar spot yang ditutup stagnan di posisi Rp 14.280 per dolar AS.

 Hingga pukul 15.35 WIB, hampir semua mata uang di kawasan melemah. Hanya tinggal baht Thailand yang bertahan di zona hijau setelah menguat 0,08% terhadap the greenback. 

Sementara itu, ringgit Malaysia bergerak stabil, seperti perdagangan hari sebelumnya. 

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambruk 0,65%. Diikuti, rupee India yang ambles 33%.

Berikutnya, yen Jepang dan dolar Taiwan terdepresiasi, masing-masing 0,32% dan 0,30%. Kemudian, peso Filipina melemah 0,14% terhadap dolar AS.

Selanjutnya, yuan China terlihat koreksi 0,07%. Disusul, dolar Hong Kong yang turun tipis 0,003% pada perdagangan sore ini. (*)

Editor: Rimna Sari Bangun
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved