Breaking News:

Pemerintah Beber Penyebab Kasus Covid-19 Batam Meningkat

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjelaskan peningkatan jumlah kasus Covid-19 terjadi karena pemerintah semakin massif melakukan tracing

Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Wakil Walikota Batam atau Wawako Batam, Amsakar Achmad, Rabu (26/5/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota Batam akhirnya membuka secara jelas alasan bagaimana bisa orang yang positif di Batam semakin bertambah. 

Hal ini karena pemerintah terus melakukan tracing kepada masyarakat Batam.

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat setiap harinya bahkan angkanya mencapai ratusan per hari.

Lantas, mengapa jumlah kasus terus meningkat dibanding sebelumnya?

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menjelaskan, peningkatan jumlah kasus baru itu terjadi karena pemerintah semakin massif melakukan tracing dari testing pasien OTG yang sebelumnya sudah ditemukan petugas kesehatan.

"Semakin banyak yang kita tracing semakin banyak yang positif. Hal ini membuktikan langkah yang kita ambil sudah cukup berdampak, karena kita yang menemukan pasien dari hasil tracing yang dilakukan," ujar Amsakar, Kamis (3/6/2021).

Sementara itu, perihal asal penyebaran, ia menyebutkan pertama dari hasil tracing kontak erat pasien positif.

Kedua dari hasil saat akan melakukan vaksinasi, dan ketiga bisa juga dari aktivitas perjalanan pasien.

Baca juga: 11 Jam Bertahan di Atas Kapal Nyaris Tenggelam, 4 Nelayan Asal Belawan Diselamatkan di Pulau Nipah

"Misalnya ada yang mau berangkat, dan hasil tes menunjukkan positif, otomatis kami akan tracing, dan ditemukan lah kasus-kasus positif lainnya. Jadi kesimpulan semakin kita tracing semakin banyak kasus yang ditemukan," ujarnya.

Ia menyebutkan hari ini sebanyak 300 pasien sudah menjalani tes swab di Asrama Haji dan tinggal menunggu hasilnya.

Ia berharap banyak pasien yang mendapatkan hasil negatif, dan bisa dipulangkan.  

Sehingga kapasitas Asrama Haji kembali kosong dan bisa ditempati pasien positif OTG yang saat ini barangkali masih berada di rumah.

"Perlahan-lahan kami terus berbenah dan evaluasi. Saya apresiasi juga kinerja tenaga medis yang bertugas saat ini. Dibandingkan jumlah pasien tenaga medis kalah jauh, namun mereka ini masih tetap menjalankan tugasnya. Tidak satu tempat saja yang harus mereka layani, bahkan mereka harus bolak balik  ke RSKI, dan tidak saja di Asrama Haji," paparnya.

Langkah lainnya yang dilakukan berdasarkan hasil rapat evaluasi adalah membuka rekruitmen atau relawan bagi tenaga medis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved