ASET KRIPTO
Chef Arnold Ikut Berinvestasi Aset Kripto, Apa Alasannya?
Arnold juga menyoroti keberadaan komunitas investor aset kripto, baik secara global maupun dalam negeri yang disebut kuat.
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Berinvestasi aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, EOS, dan lainnya
kini sangat diminati oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Bahkan sejak awal tahun ini sempat menunjukan tren pertumbuhan signifikan.
Arnold Poernomo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Chef Arnold juga merupakan salah satu investor yang menanamkan uangnya di aset kripto. Menurut dia, aset kripto memiliki sejumlah kelebihan dibanding instrumen investasi lainnya.
Pertama, teknologi blockchain yang digunakan dalam transaksi aset kripto disebut Arnold sebagai keunggulan tersendiri. Blockchain merupakan sistem penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi, yang memungkinkan data terhubung satu sama lain.
“Blockchain is the future. Memang arah digitalisasi dan teknologi ke sana,” kata Arnold dalam TKO Exclusive Talk Show, Kamis (3/6/2021).
Selain itu, Arnold juga menyoroti keberadaan komunitas investor aset kripto, baik secara global maupun dalam negeri yang disebut kuat.
“Kripto memiliki komunitas yang sangat strong secara global, lebih dari saham,” ujar dia.
Terakhir, dengan sudah dimungkinkannya investor untuk membeli koin aset kripto secara dicicil atau tidak sepenuhnya, aset kripto menjadi salah satu instrumen investsi yang terjangkau.
“Of course Bitcoin bisa mahal. Tapi kalau investasi enggak perlu beli 1 BTC,” kata Arnold.
Baca juga: Minimalkan Kerugian, Simak Tips Investasi Aset Kripto yang Jitu
Berdasarkan pengalaman yang dimiliki, Arnold menyarankan kepada para investor untuk mengetahui profil aset kripto dan juga kemampuan finansial masing-masing. “Semua harus melihat strategi dan limitasi diri sendiri,” ucap dia.
Pemerintah akan Buka Bursa Kripto
Kementerian Perdagangan akan membentuk bursa kripto selambat-lambatnya akhir tahun ini sebagai salah satu wadah untuk mengawasi jalannya transaksi perdagangan mata uang kripto di Indonesia.
"Memang di akhir tahun ini paling lambat akan dibentuk bursa. Kita juga juga berpandangan bahwa sirkulasi dan arus crypto harus banyak di dalam negeri ketimbang harus di luar negeri,"ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan bersama dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Senin (31/5/2021).
Dia berpendapat apabila bursa berhasil dibentuk di akhir tahun ini, Indonesia akan menjadi negara pertama yang pasar bursanya diatur oleh pemerintah.
"Di negara lain tidak ada, di AS yang mengatur itu swasta, bahkan di Tiongkok itu dilarang. Jadi kalau bisa berpotensi menguntungkan buat kita, mengapa tidak, selama regulasinya terbilang diatur," ungkapnya.
Jerry juga memastikan bahwa aset krippto adalah aset yang bisa diperdagangkan oleh komunitas dan bukan mata uang. Sebab diakui dia, masih banyak masyarakat yang berpendapat bahwa kripto bisa digunakan sebagai uang.
Oleh sebab itu lanjut dia, dengan dibuatnya peraturan atau regulasi melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi alias Bappebti, diharapkan transaksinya bisa sesuai dengan yang diharapkan. Jerry juga menilai bahwa transaksi kripto cukup potensial. Bahkan per hari bisa mencapai Rp 1,7 triliun. (*)