Breaking News:

BPS Batam Catat Inflasi 0,26 Persen di Bulan Mei, Dipicu Kenaikan Harga Pakaian dan Makanan

Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-9 dan ke-19 dari 20 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

tribunbatam.id/Yeni Hartati
Ilustrasi. Stok sayur hingga bawang di Pasar Puan Maimun, Jalan Ahmad Yani Lubuk Semut, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Jumat (28/5/2021). Kelompak makanan dan minuman jadi salah satu pemicu inflasi di batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pusat Statistik Kota Batam mencatat bahwa bulan Mei 2021, IHK Kota Batam menunjukkan inflasi sebesar 0,26 persen. 

Inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 104,89 di bulan April 2021 menjadi 105,16

Inflasi tahun ke tahun (Mei 2021 terhadap Mei 2020) sebesar 1,76 persen. Kota Tanjungpinang (salah satu dari dua kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau) juga mengalami inflasi sebesar 0,03 persen sehingga inflasi gabungan 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,24 persen.

"Dilihat dari kelompoknya, inflasi yang terjadi di bulan Mei 2021 ini disebabkan oleh naiknya indeks enam kelompok yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,99 persen, kelompok transportasi naik sebesar 0,71 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,54 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,46 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,18 persen, dan kelompok kesehatan naik sebesar 0,01 persen," ujar Rahmat Iswanto Selaku Kepala BPS Batam.

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami deflasi 0,01 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran tidak mengalami perubahan indeks harga.

Dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat 20 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. 

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,79 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tembihan sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,30 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,02 persen. 

Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-9 dan ke-19 dari 20 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Selanjutnya bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 1,82 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan sebesar 0,01 persen. 

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Timika sebesar 0,83 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,02 persen. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-43 dan ke- 77 dari 78 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia. (*)

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved