Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Pelatih Sepak Bola di Lingga Kembangkan Generasi Penerus Tanpa Pamrih

Abdul Ramli atau Uteh selain sebagai tenaga pendidik di SMAN 1 Singket Barat, juga dikenal sebagai wasit dan pelatih sepak bola di wilayah Lingga

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Foto Abdul Ramli atau Uteh saat menjadi wasit pada turnamen sepak bola di wilayah Kabupaten Lingga 

Uteh melakukan hal ini tanpa pamrih dan tidak meminta imbalan apa-apa dari anak didiknya itu.

Ia lalu mengungkapkan, bahwa alasan kuatnya untuk melakukan hal tersebut karena ia masih mengingat pesan dari mendiang kakeknya.

"Almarhum berpesan tiga hal, inilah yang saya pegang sampai hari ini.

Yang pertama, kalau kita punya ilmu bagikanlah, yang kedua kalau kita punya harta sedekahkan lah kepada orang yang tidak mampu, yang ketiga tenaga, kalau kita punya tenaga bantulah orang yang membutuhkan tenaga kita," sebut Uteh.

Mengingat pesan itu, maka ilmu yang ia punya terus ia bagikan tanpa pamrih. Dengan kemampuan yang ia miliki saat ini, Uteh pun tidak kenal lelah untuk memberikan ilmu dalam mendidik para generasi penerus.

Uteh mengaku, istrinya selalu memberikan support apa yang ia lakukan saat ini.

Namun, Uteh sendiri sedikit merasa kecewa, karena saat ini turunnya minat para pelajar terhadap sepak bola.

Selain dampak Covid-19 yang membuat pelajar lebih banyak berdiam diri di rumah, perkembangan teknologi seperti sering menggunakan gadget pun menjadi alasan turunnya minat tersebut.

"Biasanya kalau di lapangan 30 sampai 40 orang yang latihan, dan saat ini lihatlah hanya 14 orang.

Itulah yang membuat rasa hati agak kecewa, tapi itu hanya sementara. Sekalipun tidak pernah terbesit di hati untuk meninggalkan aktivitas melatih bola ini," terangnya.

Selain aktif melatih di bidang sepak bola dan volly, Uteh juga aktif menjadi pembina OSIS dan membina organisasi Pramuka di sekolahnya. Hingga kerap kali, ia membina anggota paskibraka menjelang hari kemerdekaan.

Ia melanjutkan ceritanya, apa yang ia lakukan saat ini tidak mengejar nominal uang, melainkan memberikan hal yang berguna bagi generasi penerus, khususnya di kalangan pelajar.

"Memang saat ini saya tidak mempunyai gaji yang besar dan uang yang banyak, namun ilmu inilah yang saya miliki dan bisa berguna buat orang banyak," tambahnya.

Meskipun begitu, dengan membina segala bidang, Uteh mengakui banyak anak didiknya yang patuh dan mempunyai hubungan rasa kekeluargaan yang tinggi dengannya.

"Mungkin jika harus berhenti, tunggu kalau memang saya sudah tidak mampu lagi," tutupnya.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Human Interest Story

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved