Breaking News:

SAHAM

Masuk Zona Hijau Selama Sepekan, IHSG Diprediksi Melanjutkan Penguatan Minggu Depan

Penguatan IHSG selama sepekan terdorong meredanya kekhawatiran investor terhadap inflasi AS serta potensi The Fed menaikkan suku bunga.

Editor: Rimna Sari Bangun
tribunnews
ILUSTRASI. IHSG melesat dan banyak dikoleksi asing. 

Adapun pergerakan IHSG minggu depan akan dipengaruhi rilis data ekonomi global dan domestik. Angka tingkat pengangguran AS yang sudah dirilis semalam juga menjadi sentimen positif bagi ekonomi global. 

Lebih lanjut diungkapkan, ramainya cum date dividen pekan depan tidak akan berpengaruh signfiikan terhadap pergerakan IHSG. Sebab biasanya, setelah cum date harga saham akan turun. "Jadi kalaupun ada penguatan indeks hanya karena cum date emiten-emiten tersebut, sifatnya hanya sementara saja," kata Hendriko. 

Sekadar informasi, menurut catatan Kontan.co.id, cum date dividen beberapa saham akan terjadi minggu depan. Termasuk saham-saham yang tergabung dalam indeks IDX HIDIV20 seperti TOWR, TLKM, HMSP, KLBF, dan UNVR.

Senada, Analis Panin Sekuritas Indonesia William Hartanto mencermati, cum date memang akan mengerek IHSG. Namun sifatnya hanya sementara saja. 

"Karena penguatan tersebut hanya dari pelaku pasar yang mengincar dividen pada saat cum date dan melepas saham-saham tersebut saat ex date," ujar William kepada Kontan.co.id, Jumat (4/6). Adapun pergerakan IHSG pekan depan diprediksi masih mampu melanjutkan penguatan dengan di kisaran level 6.000 hingga 6.114 karena faktor teknikal.

Lebih lanjut William menjelaskan, penguatan IHSG selama seminggu terakhir cenderung dipicu oleh technical rebound dan berakhirnya fenomena sell in May. " HSG mengonfirmasi pola double bottom pada 5.840," tutup William. 

Pada pekan ini, BEI juga mencatatkan satu surat utang baru, yakni Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2021. Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok Rp 600 miliar dan mendapatkan peringkat A+(idn) (Single A Plus) dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch).

Dengan begitu, nilai akumulasi emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang 2021 adalah sebesar Rp 35,93 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari 32 emisi yang berasal dari 26 emiten.

Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 476 emisi yang berasal dari 129 emiten dengan nilai nominal outstanding Rp 432,98 triliun dan US$ 47,5 juta. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved