Breaking News:

VALAS

Rupiah Terkulai pada perdagangan Jumat (4/6), Begini Prediksinya Pekan depan

Suluh memproyeksikan pergerakan rupiah berpotensi tertekan kembali jika data nonfarm payroll (NFP) AS yang dirilis malam ini dirilis positif. 

Editor: Rimna Sari Bangun
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Petugas menghitung uang rupiah di jasa penukaran uang di Jakarta Pusat. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin melemah pada perdagangan Jumat (4/6), berikut prediksi untuk pekan depan. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Fundamental dalam negeri yang kuat sempat membuat rupiah menguat di awal pekan. Namun, rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih baik di akhir pekan membuat rupiah berbalik melemah. 

Mengutip Bloomberg, Jumat (4/6), rupiah melemah 0,07% ke Rp 14.296 per dolar AS. Sementara, dalam sepekan rupiah juga melemah 0,07% dari posisi Rp 14.285 per dolar AS. 

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan di awal pekan ini rilis inflasi Indonesia periode Mei masih terjaga dan berhasil menopang kinerja mata uang garuda.

Katalis positif juga datang dari purchasing managers index (PMI) manufaktur Indonesia yang rilis di pertengahan pekan mencatat level 55,3 jadi yang paling tinggi di Asia.

Namun, di akhir pekan penguatan rupiah mulai goyah karena data tenaga kerja AS dirilis lebih tinggi baik dari ekspektasi pelaku pasar.

Baca juga: Masuk Zona Hijau Selama Sepekan, IHSG Diprediksi Melanjutkan Penguatan Minggu Depan

Division Manager Royal Trust Futures Suluh Adil Wicaksono menambahkan rupiah melemah karena data pekerjaan, manufaktur hingga jasa ISM AS dirilis lebih baik dari perkiraan. Tidak heran, sentimen tersebut membuat indeks dolar kembali menguat ke level 90. Selain itu, yield US treasury juga terpantau naik. 

"Dari dalam negeri belum ada sentimen yang bisa menjadi patokan pelaku pasar, semoga saja ke depan Indonesia tidak seperti Malaysia yang melakukan lockdown 14 hari," kata Suluh. 

Suluh memproyeksikan pergerakan rupiah berpotensi tertekan kembali jika data nonfarm payroll (NFP) AS yang dirilis malam ini dirilis positif. 

Sementara, Fikri memproyeksikan di awal pekan rupiah berpotensi melemah karena yield US Treasury AS masih dalam level yang tinggi akibat inflasi AS yang juga naik.

 "Semoga lelang Surat Berharga Negara dapat menjaring lebih banyak investor asing sehingga rupiah bisa terbantu untuk tidak turun dalam," kata Fikri, Jumat (4/6). 

Sepekan depan Fikri memproyeksikan rupiah berada di rentang Rp 14.250 per dolar AS-Rp 14.450 per dolar AS. Kompak, Suluh memperkirakan rentang rupiah di Rp 14.250 per dolar AS-14.450 per dolar AS. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved