Breaking News:

BATAM TERKINI

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 1,3 Miliar

Penyelundupan benih lobster senilai Rp 1,3 miliar berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Batam bersama BKIPM Batam.

ISTIMEWA
Penyelundupan benih lobster senilai Rp 1,3 miliar berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Batam bersama BKIPM Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyelundupan benih lobster senilai Rp 1,3 miliar berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Batam bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam.

Dalam keterangan resmi Bea Cukai Batam dijelaskan, modus penyelundupan sendiri dilakukan dengan cara menyimpan benih tersebut di dalam galon kemudian dikemas menggunakan keranjang bambu.

Benih lobster bernilai miliaran rupiah itu berhasil diamankan saat petugas Bea Cukai Batam dan BKIPM Batam tengah melakukan pengawasan barang kargo dari pesawat rute Surabaya menuju Batam di terminal kargo Bandara Hang Nadim, Sabtu (29/5/2021) lalu.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Batam, Susila Brata mengungkapkan, kronologis
tangkapan benih lobster ini terjadi sekira pukul 08.30 WIB.

Saat itu, petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam bersama petugas Karantina Perikanan melaksanakan
pengawasan pembongkaran barang kargo pesawat LA dengan rute Surabaya-Batam.

“Lalu pada pukul 09.30 WIB, petugas menemukan barang yang dicurigai dan selanjutnya dilakukan
pemeriksaan menggunakan mesin x-ray,” ungkap Susila dalam rilis yang diterima Tribun Batam, Senin (7/6/2021).

Dari hasil pemeriksaan barang, petugas mendapati bungkusan mencurigakan dalam galon plastik yang
disembunyikan dalam keranjang bambu.

Baca juga: 13.201 Orang Tinggalkan Batam Lewat Bandara Hang Nadim Selama 3 Hari

“Setelah keranjang bambu tersebut dibuka, muncul kecurigaan bahwa barang tersebut merupakan benih lobster. Kemudian, atas barang bukti tersebut dilakukan pencacahan barang bukti di Kantor Bea Cukai Batu
Ampar. Didapati benih lobster jenis pasir yang disimpan pada 5 kantong plastik transparan ukuran panjang
dan 13 kantong plastik transparan ukuran kecil, dan benih lobster jenis mutiara yang disimpan pada 1 kantong plastik transparan ukuran panjang,” jelasnya lagi.

Setelah dilakukan penghitungan, total benih lobster jenis pasir sebanyak 12.929 ekor. Sedangkan jumlah total benih lobster jenis mutiara sebanyak 97 ekor.

Dan nilai barang berdasarkan estimasi harga pasar sebesar Rp 1.307.450.000.

“Untuk tersangka masih dalam pengejaran, sedangkan barang bukti diserahterimakan ke Badan Karantina
Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam untuk proses lebih lanjut,” imbuhnya.

Penyelundupan benih lobster sendiri, kata Susila, dapat dijerat dengan pasal 88 juncto pasal 16 ayat 1 dan/atau pasal 92 juncto pasal 26 ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Perikanan dan/atau pasal 87 juncto pasal 34 UU RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Ancamannya hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp 3 miliar," katanya.  (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved