Breaking News:

Kominfo Gelar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kepri, Bahas Solusi UMKM Hadapi Pandemi

pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi digital pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, khususnya dalam mengalihkan bisnis dari offline ke online.

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri
Editor: Rimna Sari Bangun
TRIBUNBATAM.id/IST
Kegiatan Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan literasi digital.

Kegiatan tersebut dihelat untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital.

Kegiatan Gerakan Nasional Literasi 2021 ini diadakan di 77 kota dan kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang yang ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri), Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Di Kepulauan Riau sendiri, peningkatan literasi digital ini bertemakan tentang "Pemanfaatkan Market Place Untuk Usaha Online Bagi UMKM” yang dihelat secara daring dan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yaitu Dr. H. Ansar Ahmad S.E, M.M hadir sebagai pembicara utama.

Seperti yang diketahui, bahwa pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi digital pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya dalam mengalihkan bisnis dari offline ke online, seperti marketplace (e-commerce).

Menurut hasil survei Katadata Insight Center (KIC) bertajuk "MSME Study Report 2021: Peran Marketplace bagi UMKM”, dewasa ini rata-rata pelaku UMKM bisa menggunakan 2 hingga 3 marketplace dalam berjualan.

Ditemukan bahwa 86 persen UMKM menggunakan 1 hingga 3 marketplace  memasarkan produk mereka. Bahkan yang memanfaatkan 4 hingga 6 marketplace sebagai kanal penjualan.

Survei KIC membuktikan bahwa peran marketplace sangat penting dalam membantu UMKM memasarkan produk sehingga mereka bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi (77 persen)

"Marketplace juga memiliki banyak program promo seperti gratis ongkir, cashback dan diskon sehingga mampu menjadi daya tarik bagi konsumen untuk berbelanja di toko online milik UMKM (72 persen)," ucap Budi Putra selaku Founder & CEO Ekuatir Media dan Ex VP Bukalapak.

Kendati demikian, marketplace dinilai aman untuk bertransaksi dan mudah digunakan atau user friendly.

Selain memberikan kemudahan transaksi jual beli, e-commerce diharapkan membantu pelaku UMKM dengan menjamin harga yang lebih murah, ketersediaan produk, akses logistik dan kemudahan akses pembiayaan.

Sudah saatnya UMKM di Indonesia menggunakan martketplace sebagai platform untuk memasarkan produknya.

"Bukan sekadar karena pandemi masih belum akan berakhir dalam waktu dekat, tapi dalam jangka panjang bahkan hingga pandemi sudah berakhir sekalipun jualan online melalui marketplace tetap saja memegang peran strategis karena praktis, berbiaya murah dan memiliki jangkauan yang sangat luas," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved