Breaking News:

BATAM TERKINI

Pepet Pemotor dan Rampas Tas hingga Korban Jatuh, 4 Begal di Batam Dibekuk Polisi

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, Senin (7/6/2021) dini hari menangkap empat anggota sindikat Pelaku Curas (begal) di Batam.

ISTIMEWA
Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, Senin (7/6/2021) dini hari menangkap empat anggota sindikat Pelaku Curas (begal) di Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, Senin (7/6/2021) dini hari menangkap empat anggota sindikat Pelaku Curas (begal) di Batam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan keempat pelaku diamankan di beberapa tempat berbeda di kota Batam.

Arie menjelaskan penangkapan keempat begal tersebut bermula saat sepasang suami istri mengalami aksi begal, Sabtu (5/6/2021).

Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Bunga Raya dekat Foodcourt Utama Kecamatan Lubuk Baja, kota Batam yang diambil paksa tas sang istri oleh salah satu pelaku.

"Korban bersama dengan istrinya melewati jalan Bunga Raya (tidak jauh dari Foodcourt Utama), tiba-tiba dari belakang ada sepeda motor Satria FU memepet motor korban dan langsung mengambil tas jinjing merk LV yang berada di pegang oleh istri korban di bagian tengah," jelas Arie.

Arie mengatakan korban suami istri yang dirampas tasnya saat berkendara tersebut hilang keseimbangan dan jatuh.

Baca juga: Ditreskrimum Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 30 Pekerja Migran Ilegal di Bintan

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami patah tulang selangka serta korban beserta istri mengalami luka di beberapa bagian tubuh," ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan dari korban Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengejaran kepada para pelaku begal tersebut.

Pada Minggu (6/6/2021) dini hari tim Jatanras Polda mendapatkan informasi  salah satu pelaku bernama Charles (36) sedang di salah satu perumahan di belakang planet holiday.

"Tim langsung menangkap pelaku dan melakukan penggeledahan  penggeledahan ditemukan uang sebesar Rp 650 ribu yang merupakan uang hasil menjual handphone milik korban," ujar Arie.

Halaman
12
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved