Breaking News:

BATAM TERKINI

MINAT Gowes Turun, Omset Penjualan Sepeda di Batam Anjlok hingga 80 Persen

Seiring turunnya minat orang untuk bersepeda, kini omset penjualan sepeda di Batam mulai anjlok bahkan hingga 80 persen dibanding awal pandemi.

ISTIMEWA
Seiring turunnya minat orang untuk bersepeda, kini omset penjualan sepeda di Batam mulai anjlok bahkan hingga 80 persen dibanding awal pandemi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Awal pandemi Covid-19, gerakan hidup bersih dan sehat kerap digaungkan. Salah satu tren yang meningkat berkat dampak pandemi ini adalah tren bersepeda.

Masyarakat dari berbagai daerah, khususnya Kota Batam sempat antusias menyelenggarakan berbagai kegiatan bersepeda di jalan raya atau pun tracking di kawasan hutan.

Bahkan, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pun telah menginisiasi pembangunan jalur khusus pesepeda, yang dimulai dari jalan sekitar Bundaran Madani menuju Ocarina, Batam Center.

Namun, beberapa waktu belakangan ini tren bersepeda nyatanya menurun.

Hal ini dibenarkan oleh salah seorang pegiat sepeda sekaligus pemilik bengkel sepeda F Bike di kawasan Bida Asri, bernama Fajar.

Fajar mengakui, dalam dua bulan ini, penjualan sepeda di Batam jauh merosot.

Terbukti, kegiatan bersepeda akhir-akhir juga jarang terlihat.

"Kami sering ngobrol sama distributor lainnya. Memang sangat merosot penjualan untuk saat ini," ungkap Fajar, Senin (7/6/2021).

Penurunan penjualan sepeda, menurut Fajar, bahkan mencapai 80 persen.

Baca juga: HARI Ini, Calon Siswa Baru Sudah Bisa Daftar Sekolah di Batam, Cek Link Pendaftarannya 

Dampak penurunan tren bersepeda ini terutama dirasakan pada penjualan sepeda lipat (SeLi). Meski demikian, Fajar mengatakan, usaha bengkel sepedanya masih tergolong stabil.

Menurunnya tren bersepeda di Batam juga turut dirasakan oleh Ridzky, warga Batam yang hobi bersepeda.

Menurutnya, aktivitas bersepeda biasanya paling ramai di hari Jum'at, namun saat ini keramaian pesepeda itu pun tampak berkurang.

"Ada banyak faktor penyebabnya, mungkin karena sudah mulai malas dan tidak punya cukup waktu, dan ada juga yang berfikir takut kena virus Corona yang terbawa angin di jalanan," jelas Ridzky.

Ia menyayangkan apabila masyarakat hanya memanfaatkan kegiatan bersepeda hanya untuk mengikuti tren. Menurutnya, kegiatan bersepeda memiliki banyak manfaat, salah satunya meningkatkan kebugaran tubuh. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved