Breaking News:

SAHAM

21 Perusahaan Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia, Termasuk Bukalapak?

Dari 21 emiten yang masuk pipeline BEI, emiten dengan aset skala besar atau di atas Rp 250 miliar, mendominasi dengan 10 calon emiten.

TribunBatam.id/Istimewa
Ada 21 perusahaan yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTABursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, masih ada 21 perusahaan yang berproses initial public offering (IPO) dalam pipeline. Sepanjang tahun ini, BEI mencatat sudah ada 18 emiten baru.

"Perusahaan-perusahaan ini telah melakukan pendaftaran pencatatan saham dan kini sedang dievaluasi BEI," ucap Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna, Selasa (8/6).

Nyoman mengonfirmasi, terdapat satu perusahaan e-commerce yang masuk dalam sektor teknologi telah menyampaikan dokumen pendaftaran.

"Bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2," ucap dia.

Sebelumnya ramai diberitakan, unicorn Bukalapak sudah memasukkan dokumen proses IPO ke BEI. Namun, belum ada respons dari Bukalapak.

Dari 21 emiten yang masuk pipeline BEI, emiten dengan aset skala besar atau di atas Rp 250 miliar, mendominasi dengan 10 calon emiten.

Lalu, 8 perusahaan dari aset skala menengah, Rp 50 miliar - Rp 250 miliar. Sementara itu, ada 3 perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp 50 miliar yang melamar IPO.

Dilihat dari sektornya, ada  tiga perusahaan masing-masing dari sektor industrial, konsumer non-siklikal, serta energi yang mengajukan permohonan IPO. Juga ada 2 pelamar masing-masing dari sektor bahan baku dasar, konsumer siklikal, serta perusahaan teknologi.

Sedangkan perusahaan lainnya masing-masing di sektor transportasi & logistik, kesehatan, dan finansial yang masuk pipeline BEI. Juga masih ada 1 perusahaan lain yang dalam proses evaluasi BEI.

Direktur Utama Surya Fajar Sekuritas Steffen Fang mengakui, hajatan IPO cukup ramai tahun 2021 ini. Perusahaannya tengah menangani proses dua IPO emiten yang sedang diproses BEI.

Kedua calon emiten tersebut ada di sektor digital dan jasa.

Sementara itu, di pipeline Surya Fajar, masih ada empat sampai lima entitas yang menyatakan keinginan IPO, tetapi belum memasukkan dokumen ke BEI maupun OJK.

"Kisaran target emisi bervariasi, dari Rp 30 miliar sampai Rp 100 miliar," pungkas Steffen. (*)

Editor: Rimna Sari Bangun
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved