Breaking News:

KEBIJAKAN

BIKIN Heboh, Sembako Bakal Dikenai PPN, Apa Saja Daftarnya

Dalam aturan sebelumnya, barang kebutuhan pokok atau sembako termasuk objek yang tak dikenakan PPN.

TRIBUNBATAM.id/REBEKHA ASHARI
Ilustrasi bahan pokok. Pemerintah berencana mengenakan PPN terhadap sembako dan objek lainnya. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Barang kebutuhan pokok bakal kena pajak?  Ternyata pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.  

Rencana itu tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Padahal dalam aturan sebelumnya, barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak atau sembako termasuk objek yang tak dikenakan PPN.

Namun, dalam aturan baru tersebut sembako tak lagi dimasukan ke dalam objek yang PPN-nya dikecualikan.

Lalu, apa saja daftar sembako yang akan dikenakan PPN?
Berikut Daftarnya:
* Beras dan gabah Jagung
* Sagu
* Kedelai
* Garam konsumsi
* Daging
* Telur
* Susu
* Buah-buahan
* Sayur-sayuran
* Ubi-ubian
* Bumbu-bumbuan
* Gula konsumsi.

Selain sembako, RUU KUP juga menghapus beberapa barang hasil tambang maupun hasil pengeboran yang semula tak dikenai PPN. Namun, hasil tambang itu tak termasuk hasil tambang batubara.

Baca juga: Siap-siap, Pemerintah Bakal Naikan PPN Jadi 12 Persen

Berikut Daftarnya:
* Gas bumi, tidak termasuk gas bumi seperti elpiji yang siap dikonsumsi langsung oleh masyarakat
* Panas bumi
* Asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata, bentonit, dolomit, felspar (feldspar), garam batu (halite), grafit, granit/andesit, gips, kalsit, kaolin, leusit, magnesit, mika, marmer, nitrat, opsidien, oker, pasir dan kerikil, pasir kuarsa, perlit, fosfat (phospat), talk, tanah serap (fullers earth), tanah diatome, tanah liat, tawas (alum), tras, yarosif, zeolit, basal, dan trakkit
* Bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, serta bijih bauksit.

Kemudian, pemerintah juga menambah objek jasa baru yang akan dikenai PPN, antara lain:
* Jasa pelayanan kesehatan medis
* Jasa pelayanan sosial
* Jasa pengiriman surat dengan perangko
* Jasa keuangan dan jasa asuransi
* Jasa pendidikan Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan
* Jasa angkutan umum di darat dan di air
* Jasa angkutan udara dalam dan luar negeri
* Jasa tenaga kerja
* Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam
* Jasa pengiriman uang dengan wesel pos. (*)

Editor: Rimna Sari Bangun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved