Breaking News:

PEMBUNUHAN DI BATAM

Cerita Polisi Bongkar Misteri Pembunuhan Qui Hong, Curiga Kopi Hangat di Meja

Polisi mengumpulkan sejumlah keterangan dari kerabat korban dan akhirnya menangkap pelaku Syamsul Arifin di rumah Pamannya yang ada di punggur.

TRIBUNBATAM.id/ Eko Setiawan
Syamsul Arifin Pelaku pembunuhan Qui Hong di Batam, pelaku ternyata merupakan seorang residivis 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polisi sempat kelabakan untuk mencari pelaku pembunuhan yang menyebabkan tewasnya wanita paruh baya di Kota Batam.

Wanita bermama Qui Hong tersebut awalnya dikira meninggal dalam keadaan sakit.

Namun kecurigaan polisi datang setelah hasil visum membuktikan ada sejumlah luka disekujur tubuh.

Polisi mulai mengintrogasi satu persatu keluarga korban.

Malahan anak korban yang ada di Pekanbaru juga didatangkan ke Batam.

Baca juga: Suami Kaget Saat Buka Kamar, Lihat Pria Lain Asik Berzina Dengan Istrinya

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Ternyata Seorang Residivis, Pernah Ditahan Karena Kasus Begal

Baca juga: Polresta Barelang Gelar FGD Bahas Terorisme

Kompol Andri Kurniawan Kasat Reskrim Polresta Barelang saat memberikan konfirmasi terkait kasus kekerasan terhadap anak
Kompol Andri Kurniawan Kasat Reskrim Polresta Barelang saat memberikan konfirmasi terkait kasus kekerasan terhadap anak (tribunbatam.id/Eko Setiawan)

Sejumlah kejanggalan didapatkan oleh Polisi.

Seperti pintu rumah tak terkunci, kunci menggantung di pintu tralis dan adanya sejumlah masakan yang belum selesai dimasak.

Termasuk kopi yang masih hangat dilihat di atas meja yang ditemukan oleh menantunya saat baru sampi di rumah.

Sejumlah keganjilan tersebut membuat polisi semakin curiga.

Apalagi dari hasil keterangan keluarga yakni menantu korban, bahwasanya ibu mertuannya tersebut bukanlah orang yang ceroboh.

Dia tidak akan tidur sebelum menyelesaikan masakannya dan meminum kopi yang dia bikin.

"Dari hasil keterangan keluarga korban, awalnya kami curiga. Seperti sejumlah makanan yang baru setengah dimasak. Kemudian ada gelas kopi yang masih hangat saat menantunya datang," sebut Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan.

Ternyata sebelum peristiwa naas itu merenggut nyawa korban, Qui Hong sempat menelpone anaknya yang ada di pekanbaru.

Dalam percakapan tersebut dia mengatakan bahwasanya adik iparnya baru saja keluar rumah.

Pernyataan itu juga singkron dengan keterangan anak korban yang baru datang dari Pekanbaru. "Anaknya yang di Pekanbaru itu tidak menyangka kalau orangtuanya dibunuh. Sampai di Batam dia kaget ternyata semua keluarganya dimintai keterangan oleh polisi," jelas Andri lagi.

Salah satu petunjuk pasti dari hasil keterangan sejumlah keluarga yakni keluarga yakin ibunya bukan tipe orang yang ceroboh.

Halaman
1234
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved