Breaking News:

BERITA TEKNOLOGI

Dinilai Melakukan Pelanggaran Iklan, Google Didenda Prancis Rp3,8 Triliun

Otoritas Prancis menjatuhkan denda senilai 220 juta euro atau Rp3,8 triliun ke Google.

Editor:
Yudha Pratomo/KompasTekno
Dinilai Melakukan Pelanggaran Iklan, Google Didenda Prancis Rp3,8 Triliun. Foto Logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat 

BERITA TEKNOLOGI: Dinilai Melakukan Pelanggaran Iklan, Google Didenda Prancis Rp3,8 Triliun

TRIBUNBATAM.id - Apa alasan otoritas Prancis menjatuhkan denda senilai 220 juta euro atau Rp3,8 triliun ke Google?

Menurut informasi yang dihimpun, Google didenda Prancis karena telah menyalahgunakan kekuatan iklannya.

Pemerintah setempat menyatakan Google telah mempromosikan layanan iklan online miliknya sendiri dan merugikan para pesaingnya.

Untuk diketahui Google Ad Manager, platform pengelola iklan Google lebih menyukai iklan yang dibuat perusahaan mereka sendiri, Google AdX.

Baca juga: Berita Teknologi: Cara Memindahkan Foto & Posting Facebook ke Google Photos atau WordPress

"Keputusan untuk memberikan sanksi kepada Google sangat penting karena ini adalah keputusan pertama di dunia yang berfokus pada proses lelang algoritmik kompleks yang nantinya menjadi standar bisnis iklan online," kata Isabelle de Silva, Chief of Autorité de la concurrence atau Otoritas Persaingan Prancis, dikutip dari BBC.

BBC melaporkan dalam medianya, Google Ad Manager terbukti memberi akses istimewa ke AdX berupa data strategis.

Seperti harga penawaran yang menang. Google AdX juga menikmati akses istimewa ke permintaan yang dibuat oleh peng iklan melalui layanan iklan Google.

Tak hanya itu, pertukaran data AdX dengan Ad Manager jauh lebih lancar dibandingkan dengan platform manajemen periklanan lainnya.

Baca juga: Mengapa Huruf Google Hari Ini Jaga Jarak dan Pakai Masker? Pengingat Pencegahan Covid-19

Padahal, platform sangat penting bagi perusahaan untuk mengelola dan menjual ruang iklan.

"Praktek yang dilakukan oleh Google untuk mendukung teknologi periklanannya sendiri telah memengaruhi kelompok pers, yang model bisnisnya sangat bergantung pada pendapatan iklan. Ini adalah praktik serius dan mereka telah diberi sanksi yang tepat," kata Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire.

Otoritas Prancis telah melakukan penyelidikan berdasarkan pengaduan dari News Corp, grup media Prancis Le Figaro, dan grup pers asal Belgia Rossel.

Baca juga: Muncul di Google Doodle, Siapa Marie Thomas? Sosok Dokter Wanita Pertama di Indonesia

Disebutkan laporan ini akan membuka jalan bagi perusahaan yang merasa dirugikan untuk mencari ganti rugi dari Google.

Google sepakat untuk mempermudah perusahaan iklan lain untuk menggunakan data dan alatnya.

Selain itu, mereka juga bakal mengubah bisnis per iklanannya.

"Kami akan menguji dan mengembangkan perubahan ini selama beberapa bulan mendatang sebelum meluncurkannya secara lebih luas, termasuk beberapa lainnya secara global," kata Google.

(*/tribunbatam.id)

BACA JUGA BERITA TRIBUNBATAM.ID DI GOOGLE NEWS

Baca Juga tentang GOOGLE

Sumber: grid.id

Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved