Kamis, 16 April 2026

TRIBUN WIKI

Siapa Connie Bakrie? Pengamat Militer Jumpa Prabowo usai Sentil Mafia Alutsista

Sosok Connie Bakrie menjadi sorotan setelah melakukan pertemuan dengan Menhan Prabowo. Pertemuan itu diduga untuk membahas soal alutsista TNI.

TRIBUNNEWS
SOSOK - Pengamat militer, Connie Bakrie menjadi melakukan pertemuan dengan Menhan Prabowo membahas alutsista. FOTO: CONNIE BAKRIE 

TRIBUNBATAM.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo melakukan pertemuan dengan pengamat militer, Connie Bakrie, Jumat (11/06/2021).

Pertemuan itu digelar di Kementerian Pertahanan RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Connie Rahakundini Bakrie atau yang akrab disebut Connie Bakrie menyinggung sosok berinisial Mr M.

Sosok itu diduga kuat menjadi mafia dalam pengadaan alutsista TNI di Indonesia. 

Selain itu, Connie juga sempat menyinggung proyek kendaraan taktis (rantis) Maung.

“Terkait beredarnya Mr M atau mafia dalam upaya modernisasi alutsista dan atau MRO diakui keberadaannya juga oleh para tokoh antara lain anggota DPR RI Komisi I Bapak M. Farhan, Mantan KaBAIS Bapak S. Ponto, dan Deputy V KSP,” ungkap Connie dikutip dari video Instagram pribadinya.

Connie berujar, mengungkap mafia tersebut bukan ranah dirinya, namun ada pada Kementerian Pertahanan dan KPK.

“Maka menjadi tugas Kemhan bersama sama KPK dan aparat terkait untuk menggunakan seluruh perangkat yang dimiliki untuk membuka siapa saja Mr M dimaksud. Sekali lagi ya paka membuka siapa saja bukan tugas akademisi intelektual, saya gak punya pernagkat itu,” kata Connie.

Lantas, siapa sebenarnya Connie Bakrie? 

1. Dosen dan pengamat militer

Connie Bakrie
Connie Bakrie (ISTIMEWA)

Connie Rahakundini Bakrie lahir di Bandung, Jawa Barat, 3 November 1964.

Dia adalah seorang akademikus sekaligus pengamat bidang militer dan pertahanan keamanan berkebangsaan Indonesia.

Connie mendapatkan gelar doktor di bidang politik dari Universitas Indonesia dan menjadi dosen di Universitas Pertahanan Indonesia.

Connie menyelesaikan riset studi doktoralnya di Chevening Executive Programme Democracy and Security, Birmingham University, England dan Fu Xing Kang War Collage ROC.

Dia sempat menjadi Senior Research Fellow di Institute of National Security Studies (INSS) Tel Aviv, Israel.

Selain itu, Connie juga merupakan Presiden dari Indonesia Institute for Maritime Studies.

Biografi Connie Rahakundini Bakrie dituangkan dalam buku berjudul Aku adalah Peluru yang ditulis oleh Bara Pattyradja.

2. Istri mantan petinggi TNI

Connie Rahakundini Bakrie juga merupakan istri dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Djaja Suparman, mantan Pangkostrad dan Irjen TNI.

Pasangan ini dikaruniai tiga anak, yakni Samantha Deandra Azzaria, Audindra, Aurelle Alessandra Merkava. 

3. Dewan Pakar Nasdem

Connie Bakrie diketahui kini menjadi anggota dewan pakar Partai Nasdem. 

Posisi ini lah yang membuat dia diragukan saat mengungkap tentang mafia pengadaan alutsista.  

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menyebut kritik atau pernyataan Connie Bakrie soal pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) senilai Rp 1.760 triliun cenderung bias.

"Kalau atas nama partai, sangat efektif jika kritik disampaikan secara terbuka di Komisi I secara resmi. Jika atas nama pakar pertahanan bisa bias karena posisi beliau melekat ke partai tertentu," ujar Adi, ketika dihubungi, Jumat (4/6/2021).

Meski demikian, Adi mengingatkan, kritik tersebut lumrah terjadi dalam sistem demokrasi.

Apalagi isunya sendiri terbilang seksi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini pun mengatakan perbedaan pendapat antarpartai dalam koalisi pun lazim.

Dia mencontohkan saat pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan RUU Pemilihan Umum (Pemilu).

Saat kedua beleid itu digodok, kata Adi, banyak partai koalisi Joko Widodo (Jokowi) awalnya beda pendapat secara terbuka.

"Satu hal yang jelas, dalam kapasitas apa pun kritik itu dilakukan, tentunya akan muncul resistensi bahkan disharmonisasi dengan Gerindra," ungkapnya.

Adi menyatakan demikian lantaran posisi Connie tidak bisa dilepaskan identitasnya sebagai Anggota Dewan Pakar NasDem yang juga anggota koalisi Jokowi.

"Selain itu bagi Gerindra, Prabowo bukan hanya Menhan, melainkan lebih dari itu, sebagai simbol harga diri partai," kata Adi.

Sebelumnya diberitakan, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengakui menjabat Anggota Dewan Pakar Partai NasDem.

Namun, Connie membantah telah menjadi kader partai besutan Surya Paloh itu.

"Saya memang Dewan Pakar NasDem, tetapi bukan anggota Nasdem. Dengan senang hati, dengan bangga saya menjadi anggota NasDem, tetapi sekarang belum waktunya," ujar Connie, dalam program di KompasTV pada Kamis (3/6/2021) malam. (tribunnews/kompas TV/wikipedia)

Alasan pertemuan  

Melansir artikel di Tribunnews.com dengan judul Menhan Prabowo Subianto Bertemu Connie Bakrie, Diduga Membahas Soal Alutsista, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang hadir dalam pertemuan itu mengungkap alasan petemuan tersebut. 

"Perkuat diri membangun negeri. Bersama Pak Prabowo Subianto, Bu Connie Rahakundini Bakrie, and Bro Ahmad Sahroni (Wakil Ketua Komisi III DPR )," tulis Dasco yang diterima wartawan, Jumat (11/6/2021).

Kendati demikian, Dasco tak menjelaskan detail isi pertemuan tersebut.

Ketua Harian DPP Gerindra itu menyebut pertemuan itu sebagai bentuk memperkuat diri membangun negeri.

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Prabowo sangat berterima kasih bila pengamat militer Connie Rahakundini menyebutkan dan membuka sosok mafia alutsista yang disebut "Mister M".

Dahnil pun meminta agar Connie melaporkan temuannya ke KPK dan Polri.

"Bila perlu laporkan tindakan yang bersangkutan ke KPK atau kepolisian. Jangan sampai sekedar menjadi rumor dan fitnah," kata Dahnil, Senin (10/5/2021).

Selain itu, kata Dahnil, Prabowo juga mendorong Connie mengungkap Jenderal yang disebut-sebut "bermain" dalam "industri pertahanan bayangan".

Apalagi, Connie menyebutkannya dengan embel-embel dan tidak memperoleh pengetahuan yang cukup terkait itu.

"Kasihan banyak jenderal yang baik-baik di Kemhan dan TNI yang menginginkan perubahan mendasar dan menguatkan pertahanan RI menjadi lebih baik, namun menjadi korban tuduhan dan rumor yang disampaikan oleh Bu Connie," kata Dahnil.

(*)

Berita lain tentang TRIBUN WIKI
Baca berita terbaru lainnya di Google
Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved