Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Wacana Sembako Kena PPN Tuai Reaksi Pedagang di Tanjungpinang, Ada Potensi Korupsi?

Beberapa pelaku usaha di Pasar Baru I Kota Tanjungpinang berharap, rencana pemerintah untuk menarik PPN terhadap sembako bisa dipertimbangkan ulang

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Wacana Sembako Kena PPN Tuai Reaksi Pedagang di Tanjungpinang, Ada Potensi Korupsi?. Foto pelaku usaha di Tanjungpinang, Umi memberikan tanggapannya terkait rencana sembako kena PPN 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke beberapa bahan pokok atau sembako mendapat reaksi dari berbagai pelaku usaha.

Beberapa pelaku usaha di Pasar Baru I Kota Tanjungpinang yang berhasil diwawancarai Tribunbatam.id berharap, agar rencana tersebut dapat dipertimbangkan kembali. Mengingat saat ini situasi perekonomian melesu di tengah pandemi Covid-19.

"Jujur saya baru tahu ada wacana ini. Di saat harga naik dari distributor saja sudah sepi pembeli, apalagi nanti makin dikenakan pajak, bagaimana itu jadinya?," ujar Umi, Sabtu (12/6/2021).

Menurut Umi, jika kebijakan tarif PPN terhadap sembako jadi direalisasikan pemerintah, maka kelompok yang paling terdampak adalah pembeli.

"Yang kasihan itu pembelinya mas. Tentu akan semakin berat ditambah lagi situasi corona begini," paparnya.

Baca juga: Berpotensi Kisruh, PPN Sembako Diperkirakan Baru Berlaku Usai Pandemi Covid-19

Baca juga: Pemerintah Dianggap Ambil Paksa Hak Petani jika PPN Sembako Diberlakukan

Ditanya siasat apa yang akan dilakukan jika rencana tarif PPN tersebut resmi diberlakukan, Umi mengaku akan ikut menaikkan harga barang.

"Ya sudah tentu saya ikut naikkan mas. Tidak mungkin saya jual harga modal. Selain itu, mungkin saya akan mengurangi stok barang, karena khawatir barangnya lama habis," jelasnya.

Senada dengan Umi, Joni pedagang sayur juga mengaku kurang setuju dengan adanya rencana tarif pajak untuk bahan pokok, di antaranya sayur.

"Bagaimana caranya pemerintah mau menarik tarif pajak itu? Yang nanam orang kebun dan yang menjual pedagang. Mau nariknya sama orang kebun atau yang menjual?," tanya Joni.

Menurutnya, untuk jenis sayuran sendiri tidak dalam bentuk packingan yang telah jadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved