Breaking News:

NATUNA TERKINI

30 Terpidana Kasus Illegal Fishing di Natuna Dieksekusi ke 2 Lokasi di Tanjungpinang

Kejari Natuna akan mengeksekusi 30 terpidana kasus illegal fishing di Natuna ke Rudenim dan Lapas Tanjungpinang, Selasa (15/6)

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
30 terpidana kasus illegal fishing di Natuna akan dieksekusi ke Lapas dan Rudenim Tanjungpinang. Foto diambil di Kantor Kejaksaan Negeri Natuna, Senin (14/6/2021). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna akan melakukan eksekusi terhadap 23 terpidana nakhoda Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam terkait kasus tindak pidana perikanan (Illegal Fishing) yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Imam MS Sidabutar mengatakan, 22 dari 23 terpidana nakhoda KIA telah membayar denda.

"Dari 23 orang, 22 telah membayar denda sesuai putusan Pengadilan Negeri Perikanan dan mereka akan dieksekusi ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang," kata Imam kepada Tribunbatam.id via seluler, Senin (14/6/2021).

Sedangkan satu orang lagi dikenai hukuman kurungan. Sehingga pihaknya membawa satu orang itu ke Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Umum Kelas IIA Tanjungpinang.

Selain itu, Kejari Natuna juga mengeksekusi 7 terpidana tindak pidana umum biasa yang telah berkekuatan hukum tetap ke LAPAS Tanjungpinang.

Baca juga: 100 Hari Kinerja Menteri Trenggono, 67 Kapal Illegal Fishing Ditangkap di Perairan Indonesia

Sebelum melaksanakan eksekusi itu, narapidana dan semua personel yang akan diberangkatkan telah menjalani Rapid Test Antigen, dibantu pihak RSUD Natuna,

"Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Natuna," ujarnya.

Ia melanjutkan, sejak Januari hingga Juni 2021, Kejari Natuna telah mendapatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) dari perkara pidana perkiraan atau illegal fishing sebesar Rp 1.240.000.000 (satu milyar dua ratus empat puluh juta rupiah-red).

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Natuna, Muhammad Albar Hanafi mengatakan, eksekusi terhadap 30 terpidana tersebut menggunakan tranportasi laut.

"Mereka akan diberangkatkan menggunakan KM Bukit Raya, yang menempuh perjalanan selama 2 hari. Dijadwalkan keberangkatannya pada Selasa, 15 Juni 2021 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna," ujarnya.

30 terpidana itu diperkirakan tiba di Batam pada Rabu, 16 Juni 2021 sekira pukul 07.00 WIB. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Tanjungpinang menggunakan kapal ferry.

Kajari Natuna menambahkan dalam melaksanakan eksekusi, Kejari Natuna dibantu pengawalan dari pihak Polres Natuna.

"Jadi yang mengawal itu ada 8 personel, 4 dari Polres Natuna dan 4 dari Kejari Natuna," tutupnya.

(Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved