Rabu, 22 April 2026

PILPRES 2024

Ganjar Pranowo Akan Jadi Presiden Jika Penantangnya 2 Orang Ini

Nama Ganjar Pranowo selalu menempati papan atas calon presiden yang dianggap layak menggantikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Editor: Eko Setiawan
Kolase/Tribun Jambi
Ganjar Pranowo sedang tak romantis dengan PDIP 

TRIBUNBATAM.id - Ganjar Pranowo tertinggi dalam Survei bersama dua nama besar yang digadangkan maju menjadi Presiden di tahun 2024 mendatang.

Survei terbaru SMRC Capres 2024 pengganti Jokowi, Ganjar Pranowo kembali ungguli Prabowo dan Anies Baswedan.

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi salah seorang figur yang dianggap potensial pada Pilpres 2024 mendatang.

Dalam sejumlah survei, nama Ganjar Pranowo selalu menempati papan atas calon presiden yang dianggap layak menggantikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Terutama dua figur potensial yang disebut bakal bertarung di Pilpres 2024, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Dalam berbagai survei lainnya, nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan memang selalu bersaing ketat dalam tiga besar Capres potensial pengganti Jokowi.

Baca juga: Pemilih Jokowi Cendrung Pilih Ganjar? Pilpres 2024 Bagaimana Nasib Putri Ketum PDIP Puan Maharani!

Survei Nasional Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC ) terkait Pemilihan Presiden ( Pilpres ) terkini menyatakan pada umumnya Ganjar Pranowo akan menang jika berhadapan hanya dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dalam kondisi seluruh pemilih sama-sama mengetahui ketiga nama tersebut.

Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad Dalam mengatakan hampir semua pemilih akan tahu semua calon Pilpres pada hari H.

Dalam situasi pemilih tahu semua calon yang bersaing di hari H, kata Saidiman, maka Ganjar akan mendapat suara tertinggi ketimbang Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Hal tersebut disampaikannya dalam rilis survei bertajuk Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Pasca Dua Tahun Pemilu 2019 pada Minggu (13/6/2021).

"Dalam simulasi tiga calon urutan atas, Anies, Ganjar, dan Prabowo, yang ketiganya sama-sama diketahui pemilih, Ganjar dipilih 43,3%, Prabowo 24,4%, dan Anies 21,7%," kata Saidiman.

Analisis pada yang tahu ketiga calon tahu Prabowo dan Ganjar dan Anies:

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. (Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews)
Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. (Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews) (Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews)

Dalam simulasi semi terbuka 42 nama dengan situasi ketiganya sama-sama diketahui pemilih, Ganjar mendapat dukungan terbesar 22,1%, selanjutnya Prabowo 15,8%, Anies 11%.

Jika jumlah calon dikurangi menjadi 15 nama, kata dia, maka Ganjar unggul dengan dukungan 26,7%, disusul Prabowo 17,5%, dan Anies 12,7%.

Sedangkan jika jumlah calon yang bersaing delapan nama, Ganjar unggul dengan dukungan 28,2%, disusul Prabowo 18,1%, dan Anies 13,5%.

Sedangkan kalau pilpresnya dilakukan sekarang dan pemilih sama-sama tahu ketiga calon tersebut maka dalam simulasi tiga nama, kata dia, Ganjar akan dipilih oleh 43,3%, Prabowo 24,4%, dan Anies 21,7%.

"Dalam situasi demikian Ganjar unggul sangat jauh, sementara suara untuk Prabowo dan Anies tidak berbeda signifikan secara statistik.

Perbedaan di bawah margin of error kurang lebih 4,2%.

Bila Ganjar tidak maju maka persaingan antara Anies dan Prabowo akan ketat.

Keunggulan tajam Ganjar dalam simulasi ini menunjukan bahwa Ganjar lebih mampu menarik pemilih calon-calon selain Prabowo dan Anies," kata dia.

Populasi survei tersebut adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1.220 responden.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1.072 atau 88%.

Sebanyak 1.072 responden tersebutlah yang dianalisis.

Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 3,05% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling).

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dengan mematuhi protokol kesehatan.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendarangi responden terpilih (spot check).

Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Waktu wawancara lapangan dilakukan pada 21 sampai 28 Mei 2021.

Puan Maharani Blusukan di Solo Bareng Gibran, Ganjar Pranowo Menghilang, Tak Ada di Semarang

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR RI, Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Solo, sempat blusukan bareng Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo menghilang tak ada di Semarang.

Hubungan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani terus disorot, terlebih dua kader PDIP ini tak bertemu meski sama-sama berada di Jawa Tengah, Sabtu (12/6/2021).

Kunjungi Jawa Tengah, Puan Maharani justru memilih blusukan di Solo didampingi Gibran Rakabuming Raka.

Di saat bersamaan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak ada di Semarang.

Diketahui Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sragen, pada Sabtu (12/6/2021).

Lantas apa yang sebenarnya terjadi antara dua kader terbaik PDIP ini?

Tak sedikit yang menduga dinamika politik menuju Pilpres 2024 jadi sebab renggangnya hubungan Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

Ketika disinggung soal Puan Maharani yang sedang berkunjung ke Solo, reaksi Ganjar Pranowo justru terkejut.

"Oh malah nggak tahu saya, nggak tahu," kata Ganjar Pranowo nya kepada TribunSolo.com, Kamis (12/6/2021).

Saat menjawab, ekspresi Ganjar Pranowo terkejut, kemudian ia segera masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya.

Beberapa waktu lalu, sempat tersiar kabar hubungan antara Gubernur Jawa Tengah 2 periode dan ketua DPP PDIP, Puan Maharani sempat renggang.

Pasalnya, Ganjar Pranowo yang juga Kader PDIP, tak diundang dalam acara penguatan soliditas kader di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah pada Sabtu (22/5/2021) lalu.

Padahal acara tersebut sekaligus penutupan perhelatan peringatan ulang tahun ke-48 PDIP.

Sementara itu, kunjungan Puan Maharani ke Solo terkait tentang penanganan Covid-19 di daerah pemilihannya, yakni Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten.

Sama halnya dengan Puan Maharani, Ganjar Pranowo juga melakukan kunjungan kerja terkait penangan Covid-19 di Sragen.

Gubernur Jawa Tengah sempat meninjau lab PCR dan ruang isolasi yang ada di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen.

Setelahnya, Ganjar Pranowo bertolak ke pusat isolasi covid-19 di Technopark Sragen, untuk menyapa dan mendengar keluhan para pasien.

Ganjar Pranowo dan PDIP. (Kompascom/Nazar Nurdin)
Ganjar Pranowo dan PDIP. (Kompascom/Nazar Nurdin) (Kompascom/Nazar Nurdin)

Melihat semakin cepatnya penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat waspada akan adanya varian baru virus corona.

"Awas varian baru, sekali lagi awas varian baru, jangan disepelekan, karena peningkatan yang cukup tinggi rasa-rasanya varian baru," pungkas Ganjar Pranowo.

Puan Maharani Didampingi Gibran

Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Solo, Jawa Tengah, Sabtu (12/6/2021) didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Kunjungan putri dari Presiden RI kelima tersebut dalam rangka melakukan percepatan program vaksinasi Covid-19, di Solo, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali.

"Kehadiran saya adalah untuk melakukan percepatan vaksinasi di Solo, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali," ujar Puan Maharani dalam sambutannya di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Puan Maharani menilai pasca-libur Lebaran 2021, terjadi penambahan atau lonjakan pasien Covid-19 di Jawa Tengah.

"Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa saat ini di daerah Kudus dan sekitarnya terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang saya harus sampaikan secara terbuka bahwa lonjakannya itu sudah hampir susah dikendalikan," ujar Puan Maharani.

Ketua DPR RI, Puan Maharani
Ketua DPR RI, Puan Maharani (dpr.go.id)

Puan Maharani pun merasa harus ikut bertanggung jawab melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di dapilnya sebagai bentuk komitmen.

Meski demikian, dirinya tetap mendorong semua kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk melakukan percepatan vaksinasi.

"Sebagai komitmen saya yang mempunyai dapil di satu kota dan tiga kabupaten ini tentu saja saya bertanggung jawab ikut melakukan percepatan," kata Puan Maharani.

"Mengapa didapil saja, tidak se-Jawa Tengah. Tentu saja Jawa Tengah pun saya dorong untuk dilakukan percepatan.

Namun tentu saja saya tidak mungkin kemudian pergi ke 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. Sebagai simbolisasi saya datang ke Solo," sambung dia.

Puan Maharani juga mengatakan awalnya dirinya tidak hanya meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi di Solo.

Namun, juga ke beberapa wilayah seperti Sukoharjo, Klaten dan Boyolali.

"Mengingat situasi yang saat ini tidak terlalu kondusif karena kemudian saya memutuskan semuanya difokuskan di Solo.

Namun pelaksanaan vaksinasi di Sukoharjo, Klaten dan Boyolali tetap dilakukan seperti yang kita lihat ini sudah dilaksanakan," tutur dia.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei Pilpres Hari Ini: Ganjar Menang Jika Berhadapan dengan Dua Sosok Ini
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved