Breaking News:

KEPRI TERKINI

Pandangan Tiga Pengamat Politik Soal Golkar PAW Posisi Wakil Ketua DPRD Kepri

Tiga pengamat politik di Kepri memberikan pandangannya terkait Golkar PAW posisi Wakil Ketua DPRD Kepri dari Dewi Kumalasari ke Rizki Faisal. Apa itu?

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Istimewa
Pandangan Tiga Pengamat Politik Soal Golkar PAW Posisi Wakil Ketua DPRD Kepri. Logo Partai Golkar 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Ada 3 pengamat politik di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang memberikan pandangannya terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) posisi Wakil Ketua I DPRD Kepri dari Dewi Kumalasari ke Rizki Faisal.

Pertama datang dari Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik atau Stisipol Raja Haji, Zamzami A Karim. Ia menilai, PAW ini menegaskan adanya faksi-faksi yang saling bersaing di tubuh Golkar Kepri. Terutama sejak terpilihnya Ahmad Maruf Maulana sebagai Ketua DPD l Golkar menggantikan Ansar Ahmad.

Paling tidak, bisa disebut ada faksi Maruf, ada faksi Ansar, dan ada faksi Taba Iskandar. Atau setidaknya faksi yang berasal dari organisasi sayap Golkar seperti Kosgoro, MKGR, AMPI atau AMPG yang semua memiliki pengikut dan kepentingan masing-masing.

"Nah, yang sekarang sangat nampak bersaing keras adalah kubu Ansar dan kubu Maruf yang di dalamnya ada Rizki Faisal.

Pada saat Pilgub lalu, sebenarnya kubu Maruf Maulana ini tidak terlalu “Happy” dengan pasangan Ansar-Marlin. Dikarenakan hubungan Maruf dengan M Rudi (Wako Batam yang juga suami dari Marlin) tidak harmonis," ujarnya memberikan pandangan.

Baca juga: Reaksi Ketua Golkar Kepri Jawab Isu Keretakan di Internal Partai dan PAW di DPRD

Baca juga: Golkar PAW Posisi Wakil Ketua DPRD Kepri, Reaksi Dewi Kumalasari?

Beberapa fakta yang bisa menjadi bukti adanya faksi-faksi yang tidak harmonis dalam tubuh Golkar di antaranya, kekalahan Ansar-Marlin di Batam saat Pilkada 2019 lalu. Nampaknya, mesin Golkar di Batam kurang optimal.

Selanjutnya, bukti kedua yang paling mutakhir adalah munculnya spanduk “turunkan Maruf” pada saat kedatangan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto.

Di sisi lain, dominasi keluarga Ansar dengan masuknya Dewi Kumalasari sebagai Wakil Ketua di DPRD Kepri, dinilai telah menggeser posisi yang sebelumnya diduduki oleh Rizki Faisal.

Ketika Maruf Maulana menjabat Ketua, dan Rizki Faisal menjabat Sekretaris DPD Golkar Prov Kepri, maka dengan mudah posisi Wakil Ketua DPRD “diambil” kembali.

"Ada semacam kekecewaan di dalam tubuh Golkar Kepri yang menilai Ansar setelah menjabat Gubernur lebih banyak mengakomodir orang-orang dekatnya saja di lingkungan Golkar, dan kurang mengakomodir tokoh-tokoh Golkar kawakan yang sangat berpengaruh di Batam," sebutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved