Breaking News:

Preman Tanjung Priok Tantang Kapolri? Aksi Pecah Kaca Truk Marak Lagi, Lawan Instruksi Presiden!

Sejumlah oknum diduga preman melawan intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberangus pungli

Editor: Irfan Azmi Silalahi
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Sebanyak 49 preman Tanjung Priok ditangkap aparat kepolisian sehari Presiden Jokowi menelepon Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam hitungan sebulan, para preman bisa meraup untung sekitar Rp 16 miliar dari pungli 

TRIBUNBATAM.id - Sejumlah oknum diduga preman melawan intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberangus pungli.

Imbas ditangkapnya sejumlah pemalak sopir truk di Tanjung Priok, Jakarta Selatan, aksi pecah kaca mobil oleh sekelompok orang kembali terjadi.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya mendapat informasi dari sopir truk kontainer yang mengeluh maraknya aksi premanisme dan pungli di kawasan Tanjung Priok.

Jokowi lantas menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang  di hadapan para sopir truk kontainer, Jokowi meminta Kapolri menindak aksi kriminalitas yang kerap terjadi di kawasan Terminal Pelabuhan Tanjung Priok.

"Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu," kata Jokowi.

Baca juga: HEBOH Kasus Pungli di Tanjung Priok Berimbas ke Batam, 10 Juru Parkir Liar di Nagoya Diamankan

"Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja."

Menjawab instruksi Presiden Jokowi, Kapolri Listyo Sigit pun menyanggupinya dan siap melaksanakan perintah tersebut.

"Siap laksanakan bapak," kata Sigit dari sambungan telepon.

Sebanyak 49 preman Tanjung Priok ditangkap aparat kepolisian setelah sehari Presiden Jokowi telepon Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam hitungan sebulan, para preman bisa meraup untung sekitar Rp 16 miliar.
Sebanyak 49 preman Tanjung Priok ditangkap aparat kepolisian setelah sehari Presiden Jokowi telepon Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam hitungan sebulan, para preman bisa meraup untung sekitar Rp 16 miliar. (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Namun nyatanya, upaya Polri memberantas pungutan liar atau pungli di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapatkan perlawanan.

Diduga tak senang dengan kebijakan itu, sejumlah orang melawan dengan cara meneror kembali sopir truk.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved