Breaking News:

Tak Cuma Selingkuh dan Berzina, Kades Lamongan juga Pakai Sabu-sabu bareng Selingkuhan

Fakta baru kasus perselingkuhan Kades Lamongan terus berkembang. Yang terbaru, Kades itu kedapatan memakai narkoba dengan selingkuhannya.

ISTIMEWA/SURYAMALANG
ZINA - Kades Lamongan ternyata tak hanya berselingkuh, namun juga mengonsumsi sabu-sabu. FOTO: Kepala Desa Karangwedoro, Subandi dan selingkuhannya, RI menunjukkan hasil tes urine yang dinyatakan positif mengonsumsi sabu - sabu 

Selama pencarian berlangsung, petugas tak menemukan keberadaan Subandi.

Akhinya petugas yang dikomando Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi Hendri mewarning hitungan 1 sampai 5.

Jika tak segera menyerah akan menembak Subandi.

Begitu hitungan 1, 2 menginjak hitungan ke3, Subandi dari atas plafon teriak mau turun.

"Ampun pak...ampun pak... jangan ditembak," teriaknya.

Kades Subandi akhirnya turun tanpa memgenakan kaos atau kemeja.

Setelah menuruni anak tangga yang dipersiapkan dan sampai di lantai rumah disaksikan ketua RT, RW dan tokoh masyarakat serta polisi, Kades Subandi terlihat kelincutan pada dini hari itu.

Begitu disaksikan orang banyak, Kades Subandi terlihat pasrah.

Ia mendekapkan kedua tangannya di dadanya.

Subandi hanya terdiam dan mengikuti perintah polisi saat digelandang ke Polres Lamongan bersama pasangan mesumnya, RI.

Kapolres menambahkan, perzinahan dilakukan oleh oknum kepala desa Karangwedoro itu berawal dari laporan korban A, suami RI. 

Ketika pemeriksaan berlangsung, RI mengaku sudah menikah siri dengan Kades Subandi, meski masing-masing  pasangan berstatus memiliki pasangan yang sah.

"Kami mengamankan barang bukti buku nikah milik suami RI, " kata AKBP Miko.

Penyidik kini masih memeriksa lanjutan pasangan selingkuh itu. Kades Subandi walau ditetapkan sebagai tersangka tak ditahan.

Namun yang bersangkutan wajib lapor dua kali dalam seminggu sampai proses hukum selanjutnya.

"Tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun dan pertimbangan lain, tidak akan kabur serta roda pemerintahan di desa tetap berjalan, " ungkapnya.

Pasal yang disangkakan,  pasal 284 KUHP dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara.

Mengaku Nikah Siri

Perselingkuhan Subandi  dengan RI seolah dilegalkan oleh Modin setempat Kusairi dengan cara menikahkan siri keduanya.

Modin desa, Kusairi menikahkan siri Subandi dengan RI lantaran RI sering berada di rumah Subandi.

"Katanya (Modin) tidak ingin menambah dosa karena zina, " kata penyidik.

Nikah siri pun berlangsung damai tanpa keributan.

Istri Subandi memilih pulang ke kampung halamannya di Karanggeneng, karena tak kuat menghadapi ulah suami yang main serong dengan wanita lain yakni RI.

Meski ada embel-embel nikah siri, suami RI berinisial A yang masih terikat tali pernikahan resmi melaporkan RI dan Kades Subandi atas dugaan perzinahan.

Dari laporan A, Polres Lamongan langsung beraksi menggerebek rumah Kades Subandi.

Dalam pemeriksaan polisi, Subandi mengaku sudah berhubungan layaknya suami istri dengan RI sebanyak 30 kali selama dua bulan.

Disinggung status kades dengan istri sahnya, Miko mengaku akan berkoordinasi dengan Pemkab Lamongan.

Perselingkuhan bermula pada  April 2021.

Suami RI menaruh curiga terhadap istrinya RI (30)  secara diam–diam, keraP telepon maupun video call dengan laki-laki lain.

Secara diam-diam, RI keluar dengan Subandi.

Suami selalu mengingatkan RI, namun tak pernah diindahkannya.

Pertengkaran keduanya pun memuncak.

Pada April, RI memilih meninggalkan rumah.

Dia pun tinggal serumah dengan Subandi hingga pada  Jumat (04/06/2021) dini digerebek.

(*)

Baca berita terbaru lainnya di Google
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved