TANJUNGPINANG TERKINI
Tiga Kasus Kematian Ibu Hamil Ditemukan di Tanjungpinang Selama 2021
Plt Kepala Dinkes Dalduk KB Tanjungpinang, Nugraheni menyebut selama 2021 sudah 3 kasus kematian ibu hamil ditemukan di Tanjungpinang
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Memasuki akhir Juni 2021 atau Semester I-2021, sudah tiga kasus kematian ibu hamil ditemukan di Kota Tanjungpinang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Nugraheni Purwaningsih menjelaskan, meski saat ini pengendalian penyebaran Covid-19 begitu gencar dilakukan, namun layanan kesehatan ibu dan anak tetap harus diperhatikan.
"Kesehatan ibu dan bayi juga harus menjadi perhatian," ujar Nugraheni, Rabu (16/6/2021).
Nugraheni menyampaikan, angka kematian ibu hamil juga menjadi tolak ukur pelayanan suatu wilayah yang penting untuk diperhatikan.
Saat ini dengan pembatasan aktivitas dengan ditutupnya pusat pelayanan kesehatan, berpengaruh terhadap sistem kesehatan yang telah dibangun, dan membuat para ibu menjadi ragu untuk memeriksa kesehatan reproduksinya.
Baca juga: Ibu Aniaya Balita Karena Merengek Minta Jajan, Kepala Korban Dibenturkan Hingga Tewas
Baca juga: INFO CUACA - Tanjungpinang dan Bintan 3 Hari Mendatang Berpotensi Hujan Ringan
"Hingga saat ini selama 2021 sudah 3 orang kasus kematian ibu sedangkan sepanjang 2020 hanya 5 orang," sebutnya.
Nugraheni menilai penurunan akses layanan kesehatan oleh ibu hamil itu sudah menjadi hukum alam akibat pandemi covid-19. Yang semula rajin mengikuti kelas edukasi ibu hamil, edukasi pemberian Air Susu Ibu (ASI).
"Jika sekarang dengan adanya pembatasan, kebiasaan itu sudah hilang," terangnya.
Tidak hanya itu, dengan pembatasan layanan kesehatan, pengaturan jarak kehamilan bagi ibu juga menjadi sorotan, karena itu bertujuan untuk menyehatkan hasil kehamilan ibu.
"Semakin sehat jarak kehamilan, hasil kehamilan juga semakin bagus dibanding jarak yang terlalu rapat," ucapnya.
Ditanya terkait faktor-faktor penyebabnya, Nugraheni menjelaskan akan membuat pemetaannya setelah akhir tahun.
"Untuk faktor-faktornya nanti kita akan buat pemetaannya, terus tindakan-tindakannya seperti apa dan itu rutin setiap tahun kita lakukan pada ibu-ibu hamil," tukasnya.
(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Tanjungpinang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ibu-dan-bayi.jpg)