Breaking News:

14 Poin Surat Edaran Baru Wali Kota Tanjungpinang terkait Pengendalian Covid-19

Wali Kota Tanjungpinang akhirnya menerbitkan surat edaran baru terkait pembatasan kegiatan untuk pengendalian covid-19. Berikut 14 poin pentingnya

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
14 Poin Surat Edaran Baru Wali Kota Tanjungpinang terkait Pengendalian Covid-19. Foto Wali Kota Tanjungpinang, Rahma 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Wali Kota Tanjungpinang Rahma akhirnya menerbitkan surat edaran baru terkait pembatasan kegiatan keramaian/kerumunan dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Tanjungpinang.

Terbitnya surat edaran baru ini, otomatis mencabut pemberlakuan dua surat edaran sebelumnya yang telah diterbitkan.

Sementara itu, sebelumnya masyarakat sempat heboh soal rencana sanksi bagi pelaku kerumunan yang akan diterapkan Pemko Tanjungpinang terkait pengetatan protokol kesehatan. Yakni sanksi penggembokan kendaraan bagi pelaku kerumunan. Hal ini pun menuai banyak tanggapan di lapangan.

Namun dalam surat edaran terbaru ini, tidak disebutkan secara rinci soal sanksi penggembokan kendaraan itu.

Berikut isi Surat Edaran (SE) Wali Kota Tanjungpinang bernomor 443.1/870/6.1.01/2021 yang ditandatangani Wali Kota Tanjungpinang, Rahma tertanggal 15 Juni 2021:

Baca juga: Dishub Tanjungpinang Tunggu Edaran Baru Soal Sanksi Bagi Pengunjung Tempat Keramaian

1. Perlu pembatasan kegiatan yang meninbulkan keramaian seperti pesta, resepsi pernikahan aqiqah, sunatan, syukuran, dalam bentuk lainnya tabligh akbar, hiburan/pasar malam, konser musik, seni budaya, seminar, bimtek/pelatihan, even olah raga dan sejenisnya baik di gedung maupun diruangan terbuka.

Maksimal dihadiri 30 persen dari kapasitas tempat atau ruangan yang tersedia, wajib memiliki izin dari satuan tugas penanganan Covid-19 di Kota Tanjungpinang.

2. Kegiatan akad nikah yang dilaksanakan di KUA dihadiri maksimal 15 orang dan akad nikah yang dilaksanakan di rumah dan atau rumah ibadah dapat dihadiri maksimal 30 orang dengan protokol kesehatan yang ketat serta wajib melapor pada Kelurahan dan RT/RW setempat.

3. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal, karoke keluarga, tempat refleksi, warung internet, SPA/Panti pijit, bioskop, area permainan ketangkasan atau usaha sejenisnya dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 22.00 WIB, dengan mematui Protokol kesehatan.

4. Jam operasional restoran/pujasera/rumah makan/kedai kopi/kafe/bar atau tempat sejenisnya dalam melayani pengunjung yang menimbulkan keramaian/kerumunan dibatasi sampai pukul 22.00 WIB dengan mematuhi protokol kesehatan dan wajib membatasi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat atau ruangan yang tersedia, sedangkan lebih dari jam operasional dilayani dengan pesan antar (delivery order) atau bawa pulang (take away) serta pemilik usaha dilarang menyediakan meja dan kursi pengunjung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved