Breaking News:

PEMBUNUHAN DI BATAM

Setelah Membunuh, Safrudin Tinggal di Hutan Mangsang Batam 10 Hari, Tengah Malam Cari Makan

Safrudin (28) pelaku pembunuhan terhadap Budi Damanik (42) mengaku sempat tinggal di hutan Mangsang selama 10 hari karena tak biasa keluar Batam.

Penulis: Eko Setiawan | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/EKO SETIAWAN
Safrudin, pelaku pembunuhan Budi Damanik di kawasan Jodoh diamankan polisi di Medan. Pelaku sudah mengakui kalau dirinyalah yang menghabisi Budi Damanik tukang cendol di kawasan Jodoh Batam. 

Sebelumnya diberitakan, setelah sempat menghilang usai membunuh Budi Namanik (42) akhirnya pelaku bernama Safrudin (28) ditangkap Polisi di Medan.

Pelarian pelaku untuk kabur dari kejaran Polisi berakhir di kota Medan. Pelaku tiba di Batam, Kamis (17/6/2021) pagi.

Kemudian pelaku langsung dibawa ke Polsek Lubuk Baja untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Di Polsek Lubuk Baja, pelaku terlihat lesu, kedua tangannya diborgol ke arah belakang.

Tidak banyak kata yang keluar dari bibirnya. Hanya wajah lelah yang terlihat dari raut mukanya.

Safrudin memang sudah mengakui kalau dirinyalah yang menghabisi Budi Damanik tukang cendol yang sekaligus bekerja sebagai tukang parkir di kawasan Jodoh.

Saat itu, Safrudin meminta uang parkir kepada seseorang.

Namun orang itu mengatakan sudah memberikan uang parkir kepada Budi Damanik.

Baca juga: Pembunuhan di Batam, Pembunuh Tukang Cendol di Pasar Jodoh Ditangkap di Medan

Di sana pelaku menghampiri korban untuk menanyakan perihal masalah parkir tersebut.

Sampai di sana Safrudin malah dipermalukan oleh Budi Damanik.

"Saya sempat tanya sama dia masalah parkir ini. Malah dia mengatakan kalau yang parkir di sana dia. Dia juga menyebutkan beberapa nama orang yang parkir di sana," sebut Safrudin.

Seolah menantang Safrudin, korban membuat malu Safrudin. Bahkan Safrudin mengetahui kalau korban membawa sebuah obeng di tangannya.

"Dia bilang kamu belum ada apa-apanya sama saya, berdua dengan bapakmu juga saya gak takut," ucap korban saat itu.

Mendengar pernyataan korban, pelaku marah.

Apalagi korban membawa-bawa nama ayah pelaku.

Akhirnya pelaku mengambil pisau badik yang ada di dalam jok motornya.

Ia kembali ke lokasi dan menemui korban.

Di sana korban kembali berseloroh dan mengatakan tikam saja.

"Saya berfikir dia punya ilmu kebal, makanya saya tikam saja," sebutnya.

Usai menikam pelaku, akhirnya korban melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor ke punggur.

Sementara itu, Itri Meliza (40), istri Budi tukang cendol yang dibunuh di kawasan Pasar Jodoh, Lubuk Baja 9 Mei 2021 lalu mengaku lega setelah pelaku ditangkap polisi. 

Saat ditemui Wartawan TRIBUNBATAM.id di kontrakannya yang berada di kavling Bukit Makmur RT 02, RW 013, Tanjung Sengkuang Batam dirinya mengaku sedikit lega dengan kabar tersebut.

"Iya Bang, saya sudah lega dengar kabar jika pelaku pembunuhan suami saya sudah ditangkap," kata Itri, Kamis (17/6/2021).

Ia mengaku, mengetahui kabar tersebut dari pihak kepolisian Polresta Barelang, Rabu ( 16/6/2021) pagi.

Kendati demikian Itri meminta kepada pihak kepolisian dan aparat penegak hukum agar memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku yang berinisial SP tersebut.

Itri mengaku tidak mengenal pelaku tersebut secara pasti, lantaran belum tahu wajah pelaku tersebut, jika ketemu mungkin ia mengenalinya.

"Saya mohon kepada aparat penegak hukum agar menjatuhkan hukuman yang setimpal kepada pelaku. Suami saya sudah menjadi korban, kalau bisa pelaku juga dihukum seumur hidup," tutur Itri.

Baca juga: KABUR ke Medan dan Coba Hilangkan Jejak, Pembunuh Tukang Cendol di Pasar Jodoh Batam Dibekuk Polisi

Dirinya sangat berharap kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus yang sudah mengakibatkan suaminya meninggal dunia tersebut.

"Jika masih ada tersangka lain, agar bisa ditangkap semuanya. Beri hukuman yang paling berat sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia," sambung Itri.

Tidak lupa ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja keras sehingga pelaku pembunuhan bisa tertangkap.

"Semangat terus pak Polisi, usut kasus ini hingga ke akar-akarnya," ungkapnya.

Ia berharap semoga kasus ini tidak terulang kembali terutama untuk masyarakat Kota Batam.

Pelaku Ditangkap di Medan

Pelaku pembunuhan Budi (42) tukang cendol di kawasan Pasar Jodoh, Lubuk Baja ditangkap Polisi.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi pada 10 Mei 2021 lalu.

Setelah sebulan melarikan diri akhirnya pelaku yang diketahui berinisial SP ditangkap Polisi.

Pengejaran pelaku memang cukup rumit, sebab usai melakukan pembunuhan pelaku langsung kabur ke Medan. Polisi sempat kehilangan jejak.

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya Satreskrim Polresta Barelang menemukan pelaku di kota Medan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan saat dikonfirmasi, Rabu (16/6/2021) membenarkan penangkapan pelaku berinisial SP tersebut.

Menurut Andri, penangkapan dilakukan di Kota Medan dini hari tadi.

Baca juga: JUMLAH Pasien Positif di Batam Tambah 130 Orang, Total Pasien Meninggal Sampai 231 Pasien 

"Saya masih di Medan, pelaku ditangkap dini hari tadi," sebut Andri menerangkan.

Dikatakan Andri, pelaku memang berupaya menghilangkan jejak dan kabur keluar kota usai melakukan aksinya.

Sejauh ini, Andri belum menjelaskan terkait modus pelaku membunuh Budi tukang cendol di kawasan Jodoh tepatnya di pasar Samarinda.

"Nanti setelah sampai di Batam akan kita periksa. Di sana baru kita tahu apa penyebab pelaku beraksi dengan nekat itu," sebut Andri.

Sejauh ini, anggota buser Macan Barelang masih berada di Medan bersama.

Diketahui, perburuan tersebut dipimpin langsung Kasat Resrkrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan.

Ditusuk Pisau Dapur

Sebelumnya diberitakan, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Budi Damanik, ditemukan tewas di depan Pasar Samarinda Jodoh Minggu, (9/5/2021) sore. 

Pria berusia 42 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah ditusuk menggunakan pisau dapur oleh orang tak dikenal.

OP, seorang saksi mata mengatakan, Budi merupakan warga Kavling Bukit Makmur, RT 02, RW 013, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar Batam yang kesehariannya membantu istrinya berjualan cendol di sekitar Tos 3000 Nagoya, Batam.

"Almarhum tidak ada kerjaan tetap dan setiap hari hanya mondar mandir di sekitar pasar Tos 3000 ini saja. Dia sesekali membantu istrinya berjualan cendol," kata OP.

Saat peristiwa berdarah itu, OP mengaku sedang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. 

"Tadi saya sempat melihat pelaku melarikan diri ke arah Top 100 Jodoh, seusai menusuk Budi," lanjutnya.

Suasana di sekitar lokasi kejadian tampak rami.

Mereka terlihat mengelilingi pusat lokasi yang sudah dipasang police line.

Budi yang sudah meninggal dunia menggunaan baju berwarna merah, celana jins berwarna biru tua, mengenakan topi berwarna hitam dan tampak sebuah pisau dapur masih menempel di tulang rusuk bagian kiri.  

Warga terlihat kebingungan bahkan sebagian besar terlihat menangis histeris sembari mengeluarkan kata-kata kasian.

Selanjutnya, mayat Budi dievakuasi oleh polisi Polsek Lubuk Baja menggunakan mobil ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Saat kejadian tersebut, tubuh Budi yang mengenakan topi berwarna hitam tergeletak di tengah tengah jalan tepat di depan gerbang Samarinda Shopping Center.

Salah seorang pedagang yang tidak ingin disebut namanya itu mengatakan, kejadian tersebut bermula dari pertengkaran antara kedua pelaku dan korban sehingga terjadi pembunuhan.

"Tadi saya mau pulang bang, tapi ada orang kelahi. Kondisi pasar juga lumayan sepi, tidak lama setelah itu ada orang teriak kalau yang kelahi itu salah satunya dibunuh. Saya juga ga tau dibunuh pakai apa," kata si pedagang itu. (TRIBUNBATAM.id/Koe Setiawan/ Ronnye Lodo Laleng)

*Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved