Breaking News:

BATAM TERKINI

TERJARING Razia KIR Dishub Batam, 29 Kendaraan Ditahan

Sebanyak 29 kendaraan, baik angkutan orang dan barang, ditahan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam saat razia KIR, Rabu (16/6/2021) sore.

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ICHWAN NURFADILLAH
Sebanyak 29 kendaraan, baik angkutan orang dan barang, ditahan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam saat razia KIR, Rabu (16/6/2021) sore. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 29 kendaraan, baik angkutan orang dan barang, ditahan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam saat razia KIR kemarin sore, Rabu (16/6/2021).

Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Batam, Edward Purba mengatakan, razia pengumbar (pengangkutan umum dan barang) ini digelar rutin oleh pihaknya.

Di mana, tujuan dari razia ini untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan di Kota Batam.

"Kendaraan itu ditahan karena mati KIR. Ke depan, akan kami laksanakan lagi," ujar pria yang akrab disapa Edo itu kepada Tribun Batam.

Edo berharap, razia ini menjadi shock therapy bagi pemilik kendaraan agar tetap menaati aturan.

Pasalnya, KIR berfungsi untuk melihat kelayakan dari satu kendaraan. Seperti kondisi rem, ban, dan lain sebagainya.

"Mereka tetap ikut sidang di pengadilan sesuai tanggal yang ditentukan. Dan pengurusannya sudah bisa dilakukan," jelas Edo lagi.

Baca juga: BERDESAKAN Demi Ikut Vaksin, Sejumlah Warga Justru Kecewa, Nona : Kalau Bukan karena PKH Tak Mau

Sebetulnya, lanjut Edo, pihaknya telah berulang kali mengingatkan para pemilik, baik personal ataupun perusahaan, agar dapat bertanggung jawab dengan kondisi kendaraannya masing-masing.

Bukan tanpa alasan, berdasarkan data bulan Maret 2021 milik Dishub Batam, sebanyak 3.214 unit kendaraan angkutan orang di Kota Batam termasuk dalam kategori tidak layak operasi.

Usia ribuan kendaraan itu pun diketahui telah melewati batas maksimal sesuai Peraturan Walikota (Perwako) Batam Nomor 15 Tahun 2008.

Dari 3.214 unit kendaraan tersebut, 366 unit merupakan kendaraan di trayek utama. Sedangkan 1.603 unit kendaraan termasuk trayek cabang dan 1.245 unit lainnya adalah taksi.

"Pengakuan sopir, mereka sudah mengingatkan ke pihak perusahaan atau penanggung jawab. Kata mereka pihak penanggung jawab selalu mengelak," sesal Edo. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)

*Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved