Breaking News:

Kim Jong-un Kirim Pesan ke Joe Biden: Siap Dialog dan Konfrontasi dengan AS Demi Martabat Bangsa

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan mereka perlu, terutama untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi guna melindungi martabat negaranya

Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
AFP/STR/KCNA VIA KNS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan siap dialog dan konfrontasi dengan Amerika Serikat dalam acara pertemuan partai di Pyongyang, Korea Utara. 

PYONGYANG, TRIBUNBATAM.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan negaranya siap untuk dialog dan konfrontasi dengan Amerika Serikat.

Kim Jong-un bahkan mengatakan demi melindungi martabat negaranya, Korea Utara sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi.

Sebelumnya, Korea Utara telah menolak upaya pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menjalin komunikasi diplomatik.

Ini menandai pertama kalinya Kim secara langsung mengomentari pemerintahan Biden.

Baca juga: Difasilitasi Kodim 0316 Batam, 306 Orang Warga Mediterania Jalani Vaksinasi di Komplek Perumahan

Baca juga: Jadwal Volleyball Nations League 2021 Hari Ini 18.00 WIB: Jepang vs Kanada Live O Channel

Kim berbicara pada pertemuan para pemimpin senior di Pyongyang.

Rapat komite pusat Partai Buruh yang berkuasa yang dimulai minggu ini di ibukota Pyongyang juga melihat Kim mengakui negara itu menghadapi kekurangan pangan.

Kim mengatakan mereka perlu, terutama untuk sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi untuk melindungi martabat negaranya dan kepentingannya untuk pembangunan independen, serta untuk menjamin lingkungan yang damai dan keamanan Korea Utara, menurut outlet media pemerintah KCNA.

Dia juga mengatakan Korea Utara akan dengan tajam dan segera bereaksi terhadap setiap perkembangan dan berkonsentrasi pada upaya untuk mengambil kendali yang stabil atas situasi di semenanjung Korea.

Menurut BBC, hubungan Kim dengan pemerintahan Biden sejauh ini penuh dengan ketegangan.

Sebelum pemilihan AS, Biden menyebut Kim sebagai preman, dan beberapa hari sebelum pelantikan Biden, Korea Utara memamerkan kekuatan dengan parade militer besar-besaran yang memamerkan rudal baru.

Pada bulan April, Biden menyebut Korea Utara sebagai ancaman serius bagi keamanan global, yang memicu respons marah dari Korea Utara yang mengatakan pernyataan itu mencerminkan niat Biden untuk "terus menegakkan kebijakan bermusuhan" terhadap negara itu.

Baca juga: FP1 MotoGP Jerman 2021 Hari Ini 14.55 WIB, Marc Marquez Optimis: Saya Mulai Sembuh!

Baca juga: Hasil, Klasemen, Top Skor Copa America 2021 Setelah Brazil Menang, Venezuela Imbang, Neymar 2 Gol

Washington juga baru-baru ini menyelesaikan tinjauan kebijakan Korea Utara dan mengatakan bahwa AS akan terus bertujuan untuk denuklirisasi lengkap pada akhirnya di semenanjung Korea.

Joe Biden telah menjanjikan pendekatan yang ditandai dengan diplomasi dan "pencegahan keras".

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan bahwa "kebijakan kami tidak akan fokus pada pencapaian kesepakatan besar, juga tidak akan bergantung pada kesabaran strategis".

AS malah akan mengejar pendekatan praktis yang dikalibrasi yang terbuka untuk dan akan mengeksplorasi diplomasi dengan Korea Utara.

Jen Psaki mengatakan pihaknya akan fokus untuk membuat kemajuan praktis.

Kim sebelumnya telah bertemu dengan pendahulu Biden, Donald Trump pada tiga kesempatan, tetapi pembicaraan tentang denuklirisasi akhirnya terhenti. ( bbc )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved