Breaking News:

Spekulasi Upaya Moeldoko Kuasai Demokrat, Wartawan Asing Ungkap Agenda Besar Jelang 2024?

Spekulasi liar muncul ulah KSP Moeldoko berusaha menguasai Partai Demokrat dengan melakukan KLB di Deliserdang salah satunya Jokowi presiden 3 priode

Editor: Irfan Azmi Silalahi
KOLASE TRIBUN JAMBI
Kolase foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Langkah Moeldoko berusaha menguasai Partai Demokrat dianalisis wartawan asing memunculkan beberapa spekulasi liar jelang 2024 

TRIBUNBATAM.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum bicara banyak soal sikap anak buahnya, yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang berupaya menguasai Partai Demokrat.

Wartawan asing yang lama meliput isu-isu politik Indonesia, John McBeth, dalam analisisnya seperti dikutip dari Asia Times pada 9 Maret, menyatakan manuver Moeldoko memunculkan isu soal Pilpres 2024.

Ia mencuga motif mantan Panglima TNI itu menggunakan Demokrat sebagai kendaraan politiknya di Pilpres 2024.

Namun, manuver Moeldoko menimbulkan sangkaan lain atas upaya Kepala Staf Kepresidenan yang dianggap gagal mengakuisisi Demokrat.

Dilansir Kompas.com, McBeth menyatakan motif lain muncul dari dualisme Demokrat yang dilakukan Moeldoko, yang berusaha menggusur AHY sebagai trah penerus pendiri partai.

Baca juga: Moeldoko Tak Terpengaruh Spekulasi Pilpres 2024

Dugaan motif lain itu dilandasi atas argumen, bahwa Moeldoko hingga kini belum pernah masuk dalam bursa calon presiden 2024 dalam berbagai survei.

Hal itu menunjukkan minimnya elektabilitas Moeldoko.

Kolase foto Presiden Jokowi dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Kolase foto Presiden Jokowi dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (KOLASE TRIBUN JAMBI)

McBeth mengatakan bisa saja motif lain yang muncul dari aksi Moeldoko merebut Demokrat, ialah upaya pemerintah yang hendak menguasai suara di DPR.

Dikutip dari Kompas.com berjudul Jokowi Buka Suara soal Tiga Periode, tetapi Bungkam atas Upaya Moeldoko Kuasai Demokrat, dengan dipimpin Moeldoko, Demokrat serta-merta menjadi anggota koalisi pemerintah dan siap digunakan untuk mendukung segala kebijakan pemerintah.

Menurut McBeth hal itu akan dibutuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengejar ambisi politik lewat berbagai proyek infrastruktur, yang dipercaya bakal menjadi daya ungkit perekenomian Indonesia ke depan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved