TRIBUN WIKI
Beda Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta, Mana Paling Bahaya?
Varian Alpha, Beta, dan Delta saat ini menyerang masyarakat Indonesia. Varian ini memiliki perbedaan dan bahayanya masing-masing.
TRIBUNBATAM.id - Varian Covid-19 terus berkembang seiring dengan mutasinya.
Setidaknya, tercatat 3 varian baru yang dinilai berbahaya.
Ketiganya yakni varian Alpha, Beta, hingga Delta.
Varian itu sudah mulai menjangkiti pasien positif Covid-19.
Lantas, apa beda ketiganya?
Varian Alpha
Barial Alpha atau B.1.1.7 pertama kali di temukan di London dan beberapa sejumlah wilayah di Inggris.
Varian ini juga diperkirakan lebih menular daripada varian sebelumnya.
Menurut data CDC, varian ini mengalami mutasi pada reseptor binding domain (RBD) protein spike pada posisi 501, dimana asam amino asparagine (N) telah diganti dengan tirosin (Y).
Karena itu, mutasi virus ini juga disebut N501Y.
Varian ini juga dianggap lebih menular daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan.
Namun, belum ada bukti jika virus corona varian Alpha ini memicu gejala yang berbeda daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan.
Umumnya, gejala yang ditimbulkan varian Alpha berupa berikut:
- Batuk terus-menerus
- Sakit dada, dan demam
- Kehilangan indera rasa dan bau
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Nyeri otot
- Diare
- Kebingungan
- Ruam kulit.
Varian Beta
Varian beta atau B.1.351 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal Oktober.
Varian Beta dianggap lebih mudah menginfeksi orang-orang berusia muda.
Varian ini juga membawa mutasi yang disebut E484K, yang membantu virus menghindari sistem kekebalan seseorang.
Kabar buruknya lagi, vaksin tidak bekerja dengan baik untuk melawannya, khususnya vaksin AstraZeneca.
Varian Delta
Melansir artikel di Kompas.com dengan judul "Mengenal Perbedaan Varian Alpha, Beta, dan Delta dalam Kasus Covid-19", varian Delta atau B.1.617.2 pertama kali terdeteksi pada bulan Oktober di India.
Varian ini juga lebih mudah menular dan mampu menghindari respons imun tubuh.
Bahkan, vaksin pun dianggap tidak efektif melawan varian ini.
Varian delta juga diprediksi segera menjadi virus yang paling dominan di dunia dan menyebabkan wabah cepat di negara-negara tanpa tingkat vaksinasi yang tinggi.
Varian virus ini bisa memicu sakit parah dalam 3 atau 4 hari setelah terinfeksi.
Gejala yang ditimbulkan dari varian ini antara lain: sakit kepala sakit tenggorokan pilek batuk sesak napas sakit lepala kelelahan kehilangan indera perasa atau penciuman.
Selama pandemi, gejala utama Covid biasanya meliputi batuk kering terus-menerus, demam, dan kehilangan rasa dan penciuman.
Namun, varian Delta tampaknya 'bertindak berbeda' dan menghasilkan gejala yang berbeda pada orang yang terinfeksi.
Varian yang pertama kali diidentifikasi di India ini, juga cenderung menginfeksi orang yang lebih muda yang belum divaksin.
Tim Spector, profesor epidemiologi genetik di King's College London, dan seorang peneliti dengan studi ZOE mengatakan dalam briefing YouTube:
"Gejala nomor satu adalah sakit kepala, kemudian diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek, dan demam."
Melansir artikel di Tribunnews.com dengan judul Daftar Gejala Covid-19 Varian Delta dan Perbedaannya dengan Mutasi Lain: Lebih Terasa Seperti Flu, ia menjelaskan bahwa pada orang yang lebih muda, varian Delta lebih terasa seperti pilek.
Hilangnya penciuman dan rasa tidak lagi sebagai gejala umum menurut penelitian, begitu pula dengan batuk.
Namun demam masih mungkin terjadi.
Ada kekhawatiran yang berkembang, karena perubahan gejala dan kemiripan dengan flu biasa, orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka terpapar Covid.
CDC di Amerika bahkan telah memperbarui daftar gejala mereka.
Studi ZOE adalah aplikasi yang mengumpulkan data langsung dan berkelanjutan dari empat juta pengguna di seluruh dunia, yang kemudian dianalisis oleh King's College London.
Analisis data telah menunjukkan bagaimana virus "berperilaku berbeda" sekarang.
Dr Abdul Ghafur, seorang dokter penyakit menular di India, mengatakan kepada Bloomberg bahwa dia melihat lebih banyak pasien Covid-19 dengan diare.
Varian Delta 60% lebih mudah menular daripada strain dominan sebelumnya, termasuk varian Kent (Alpha).
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, varian Delta telah terdeteksi di lebih dari 80 negara.
Namun, dua dosis vaksin masih efektif melawan varian baru.
Kelabui imun tubuh
Virus Corona varian Delta jauh lebih berbahaya dan penyebarannya sangat cepat.
Dalam waktu yang singkat, varian Delta mampu membuat kondisi seseorang menjadi sangat buruk.
Saat ini, varian virus asal India ini sudah banyak memenuhi paru-paru.
Hingga saat ini, puluhan warga dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), telah tertular oleh virus asal India tersebut.
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, mengimbau masyarakat untuk menyadari bahayanya penyebaran varian Delta ini.
Menurutnya, virus covid dari India ini memiliki penularan yang sama dengan varian lainnya.
Hanya saja yang harus diwaspadai varian Delta ini dapat mengelabui sistem imun tubuh manusia.
“Sampai saat ini cara penularan belum berubah, tetap lewat mata, mulut, dan hidung. Hanya bedanya mutasi ini bisa mengelabui sistem imun kita. Diam-diam menempel pada sel tubuh kita, maka tidak bergejala di awal kalau yang sebelumnya kan begitu nampak langsung bereaksi, tapi yang ini tidak,” ujar Tonang dilansir dari laman UNS.
Melansir artikel di Kompas.com dengan judul "Pakar UNS: Awas, Ini Bahaya Virus Covid Varian Delta", Tonang menjelaskan, pasien yang terpapar virus ini baru diketahui setelah virus masuk ke paru-paru, baru lah si pasien bergejala.
Kondisi ini membuat pasien Covid-19 semakin cepat memburuk dan membuat tingkat keefektifan vaksin yang sudah diproduksi sebelum varian ini muncul menjadi berkurang.
“Nggak ketahuan dia (varian Delta) menyebar banyak sampai ke paru-paru. Baru di paru-paru menimbulkan gejala dan baru kerasa. Sehingga, orang mengatakan, ‘Kok sekarang cepat sekali memburuk ya?’ Ya, karena ketahuannya pas sudah masuk paru-paru,” terang Tonang.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-demam2.jpg)