Breaking News:

BATAM TERKINI

PSDKP Batam Deportasi 34 Awak Kapal Asing Asal Vietnam

Dirjen PSDKP melalui Pangkalan PSDKP Batam mendeportasi 34 orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam setelah proses hukum selesai dilakukan.

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Ratusan Awak Kapal Vietnam dideportasi dari Pangkalan PSDKP Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dirjen PSDKP melalui Pangkalan PSDKP Batam mendeportasi 34 orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam lewat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang dan Kantor Rudenim Pusat Tanjungpinang.

Proses deportasi dilakukan setelah ABK itu selesai menjalani proses penegakan hukum.

“34 orang ABK kapal ikan Vietnam kami serahkan dalam rangka persiapan deportasi ke negara asal,” ujar Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar dalam realese humas KKP yang diterima TRIBUNBATAM.id, Selasa (22/06/2021).

Antam juga menjelaskan bahwa sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam hukum laut internasional, para awak kapal berkewarganegaraan asing tersebut tidak dikenakan hukuman badan sehingga setelah semua proses hukum telah selesai dapat dipulangkan.

"Jadi untuk efektivitas dan efisiensi pemberantasan ilegal fishing para nelayan asing yang telah melalui proses penegakan hukum ini kita pulangkan," terang Antam.

Antam mengatakan, apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah bersinergi dengan baik dalam penanganan awak kapal berkewarganegaraan asing.

Baca juga: 2 Kapal Berbendera Vietnam Ditangkap saat Mencuri Ikan di Natuna

“Terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Jajaran Ditjen Imigrasi yang telah berperan besar dalam kegiatan ini," pungkas Antam.

Secara terpisah, Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran, Nugroho Aji, pada waktu yang sama, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat pemulangan awak kapal pelaku illegal fishing berkewarganegaraan asing yang masih berada di Indonesia. 

Nugroho menjelaskan bahwa salah satu kendala yang dihadapi adalah pandemi Covid-19 yang membatasi proses keluar masuk lintas negara. 

“Kami masih terus komunikasikan percepatan pemulangan awak kapal WNA yang masih ada di Indonesia,” ujar Nugroho.

Nugroho juga menyampaikan bahwa dengan tertundanya kepulangan banyak awak kapal tersebut, pihaknya harus menyiapkan anggaran ekstra untuk penanganan.

Sebagai informasi, di Pangkalan PSDKP Batam saja, terdapat 162 awak kapal berkewarganegaraan dengan rincian, yang berada di kantor Pangkalan PSDKP Batam sebanyak 130 awak kapal  (127 Vietnam, 1 Rusia dan 2 Myanmar) dan di Satwas Natuna masih menyisakan 32 awak kapal Vietnam. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved