EMAS HARI INI

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Rabu (23/6), Cek Rincian Harga Per Gramnya

Harga logam emas batangan Antam hari ini (23/06/2021) turun Rp 2.000 dari harga kemarin.

kontan.co.id
Ilustrasi Emas batangan bersertifikat 

TRIBUNBATAM.id - Tak seperti kemarin yang sempat menguat, harga logam emas batangan Antam hari ini (23/06/2021) turun Rp 2.000 ke level Rp 930.000 per gram.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga turun Rp 2.000 ke posisi Rp 827.000 per gram.

Harga buyback ini berarti Antam akan membeli emas Anda dengan harga tersebut di Butik Emas LM Antam.

Adapun harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Dan bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen maka bawa NPWP saat transaksi.

Antam emas batangan dijual mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram yang tersedia di Butik Emas LM Antam.

Berikut ini rincian harga emas Antam, Rabu (23/6/2021):

Harga emas batangan 0,5 gram: Rp 515.000

Harga emas batangan 1 gram: Rp 930.000

Harga emas batangan 5 gram: Rp 4.425.000

Harga emas batangan 10 gram: Rp 8.795.000

Harga emas batangan 25 gram: Rp 21.862.000

Harga emas batangan 50 gram: Rp 43.645.000

Harga emas batangan 100 gram: Rp 87.212.000

Harga emas batangan 250 gram: Rp 217.765.000

Harga emas batangan 500 gram: Rp 435.320.000

Harga emas batangan 1.000 gram: Rp 870.600.000

Harga emas spot bergerak naik

Sementara itu, mengutip Bloomberg, Rabu (23/6) pukul 9:25 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.780,47 per ons troi. Harga ini naik 0,10% dibandingkan penutupan kemarin. 

Harga emas menguat setelah kemarin turun menunggu pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan moneter setelah bank sentral memberikan nada hawkish minggu lalu.

 Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan akan inflasi yang akan datang.

Dalam sidang kongres, Powell menegaskan kembali niat bank sentral AS untuk mendorong pemulihan pasar kerja yang luas dan inklusif.

Dia menambahkan bahwa bank sentral tidak menaikkan suku bunga terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan akan inflasi yang akan datang.

"Trader emas secara khusus melihat pertanyaan dan jawaban (dari kesaksian Powell) untuk melihat apakah ada sesuatu yang dia katakan, sesuatu yang tidak biasa dari teks yang disiapkan," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff kepada Reuters.

Dalam kesaksian yang disiapkan yang dirilis pada Senin malam, Powell mengatakan ekonomi AS terus menunjukkan "perbaikan berkelanjutan" dan memprediksi penurunan inflasi dari level yang meningkat saat ini.

Indeks dolar melemah lagi di hari ketiga berturut-turut sejak awal pekan ini.

Pelemahan nilai tukar dolar akan menyebabkan emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Edward Moya, analis pasar senior di OANDA mengatakan bahwa perdagangan emas sedang berjuang karena tidak ada kejelasan apakah inflasi akan bertahan, sementara minat safe-haven pada emas batangan juga kemungkinan turun dengan meningkatnya ekuitas. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved