Breaking News:

VIRUS CORONA

Hong Kong Stop Penerbangan dari Jakarta Anggap Indonesia Berisiko Tinggi Menularkan Covid-19

Otoritas kesehatan Hong Kong menyetop penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta menyusul adanya 4 penumpang positif Covid-19.

Hongkongairport.com
Ilustrasi Bandara Hong Kong. Penerbangan dari Jakarta menuju Hong Kong dihentikan untuk sementara. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia membuat negara lain ikut khawatir.

Bahkan penerbangan dari Indonesia juga mulai dihentikan untuk sementara sebagai antisipasi mencegah masuknya virus corona masuk ke negara itu.

Terbaru, pemerintah Hong Kong menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status berisiko tinggi penularan Covid-19 atau disebut negara A1. 

Bahkan otoritas kesehatan Hong Kong, Centre for Health Protection (CHP), menyetop penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta menyusul adanya 4 penumpang yang ditemukan positif Covid-19 pada Minggu (20/6/2021). 

Para penumpang diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil tes setibanya di Hong Kong. Mereka terbang ke Hong Kong dengan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA876.

Melansir Chinadailyhk.com, Rabu (23/6/2021), berdasarkan temuan itu CHP memutuskan penerbangan dari Jakarta yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dilarang mendarat di Hong Kong mulai 22 Juni-5 Juli 2021 mendatang. 

Pada Selasa kemarin, Hong Kong melaporkan adanya 7 kasus Covid-19 impor.

Kasus baru ini meliputi 6 wanita dari Indonesia dan seorang pria berusia 51 tahun yang belum jelas riwayat perjalanannya.

Baca juga: Garuda Indonesia Tutup Sejumlah Rute Internasioanl Demi Efisiensi Keuangan

Otoritas kesehatan Hong Kong menyatakan, tak ada satu pun dari ketujuh orang tersebut yang menunjukkan gejala sakit. 

Kendati demikian, selama 15 hari hingga Selasa kemarin, Hong Kong tak menemukan penularan Covid-19 lokal yang baru. Saat ini kota tersebut tercatat memiliki 11.896 kasus Covid-19.

Melansir situs resmi kemlu.go.id, Hong Kong memasukkan Indonesia dalam kategori A1 (extremely high risk). Itu artinya, semua penumpang penerbangan dari Indonesia tidak diperbolehkan memasuki Hong Kong.

 "Kebijakan ini ditempuh Pemerintah Hong Kong karena terdapat peningkatan jumlah imported cases Covid-19 dari Indonesia," demikian informasi dari situs Kementerian Luar Negeri Indonesia. 

Selain Indonesia, kebijakan ini sudah diterapkan untuk sejumlah negara seperti Filipina, India, Nepal dan Pakistan, yang telah masuk kategori A1 terlebih dahulu.

Baca juga: 1.099 Karyawan Garuda Indonesia Ajukan Pensiun Dini, Dirut: Belum Ada Uangnya

"Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dikaji ulang secara periodik," tulis Kemenlu. 

Adapun khusus bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdampak kebijakan baru ini, agar segera menghubungi majikan dan agen masing-masing. 

KJRI Hong Kong akan memastikan pemenuhan hak-hak PMI sesuai ketentuan yang berlaku.

"KJRI Hong Kong akan terus memantau perkembangan kebijakan ini," jelas Kemenlu.

Hotline KJRI Hong Kong pada WA +852 67730466 dan +852 6894 2799. (*)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved