Breaking News:

Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Ahli Biologi Molekuler Minta Penggunaan Tes GeNoSe Dihentikan

Seperti yang diketahui, alat tes Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM) ini sudah digunakan untuk syarat perjalanan di semua moda transportasi.

Editor: Anne Maria
ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Ahli Biologi Molekuler Minta Penggunaan Tes GeNoSe Dihentikan. FOTO: Petugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak tajam.

Jumlah masyarakat yang terpapar virus Corona terus bertambah banyak.

Begitu juga dengan jumlah kematian pasien Covid-19.

Tak cuma di DKI Jakarta, meningkatnya kasus covid-19 juga terjadi di berbagai daerah.

Mengutip Tribunnews.com pada Rabu (23/6/2021), kasus Covid-19 di Tanah Air pun kian naik dari hari ke hari.

Pada 15 Juni 2021, tercatat 8.161 kasus covid-19. Data tersebut kemudian naik menjadi 9.944 kasus pada 16 Juni 2021.

Baca juga: Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Bintan Mengkhawatirkan, Dinkes Gencarkan Lagi Razia Prokes

Baca juga: WHO Sebut Covid-19 Varian Delta Berpotensi Lebih Menular dan Mematikan

Tak berhenti di situ, kasus terinfeksi virus Corona ini pun mencapai hingga 12.624 kasus pada 17 Juni 2021 lalu.

Peningkatan kasus ini disebut mencapai 500 persen.

Namun, di tengah kasus yang kian melonjak tajam, ahli justru meminta tes GeNoSe dihentikan sementara.

Seperti yang diketahui, alat tes Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM) ini sudah digunakan untuk syarat perjalanan di semua moda transportasi.

Namun, Ahmad Utomo, seorang ahli biologi molekuler, meminta agar pemerintah menghentikan penggunaan atas tes GeNoSe ini sementara waktu.

Mengutip dari KOMPAS.com pada Rabu (23/6/2021), menurutnya, seharusnya penggunaan alat tes ini mengunggu hasil validasi.

Petugas di Bandara RHA Karimun sedang melayani calon penumpang dengan alat tes GeNose, Rabu (19/5/2021)
Petugas di Bandara RHA Karimun sedang melayani calon penumpang dengan alat tes GeNose, Rabu (19/5/2021) (tribunbatam.id/Yeni Hartati)

Sebelumnya, direncanakan tes validasi tersebut berlangsung sampai April 2021 dan akan dilakukan oleh tim peneliti secara independen.

"Ini sudah Juni, sejak Februari belum ada hasilnya. Ini kampus kita benar-benar merdeka ndak untuk melaporkan hasilnya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved