Breaking News:

Aipda Roni Syahputra Terancam Hukuman Mati, Jaksa Beberkan Dosa Oknum Polisi Perkosa dan Bunuh 2 ABG

Detik-detik Aipda Roni Syahputra memperkosa dan menghabisi nyawa dua perempuan ABG tertuang jelas dalam dakwaan jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Medan

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Tribun Batam / ist
Kolase Aipda Roni Syahputra yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan, Polda Sumatera Utara. Ia menjadi terdakwa pembunuhan dua ABG di Medan dan terancam hukuman mati 

Maka dari itu, Aipda Roni modus minta nomor telepon seluler korban.

Ia beralasan dengan punya nomor ponsel RP, terdakwa bisa membantu mencari barang titipan yang dimaksud.

Pada Sabtu (13/2/2020), sekitar pukul 19.30 WIB, terdakwa Aipda Roni mengajak bertemu dengan alasan membicarakan titipan korban. Namun, korban menolaknya.

Tak ingin ditolak lagi, Aipda Roni menghubungi korban lagi pada Sabtu, 20 Februari 2021 sekira pukul 14.00 WIB.

Terdakwa mengajak korban ketemu, dengan alasan mengaku sudah mendapatkan barang titipan korban, yakni handphone dan uang.

Oknum polisi Polres Belawan Aipda Roni Saputra menjadi tersangka kasus pembunuhan- Riska Fitria dan Aprilia Cinta dibunuh oknum polisi gara-gara titipkan paket alat mandi dan obat-obatan.
Oknum polisi Polres Belawan Aipda Roni Saputra menjadi tersangka kasus pembunuhan- Riska Fitria dan Aprilia Cinta dibunuh oknum polisi gara-gara titipkan paket alat mandi dan obat-obatan. (istimewa)

Skenario yang dibuat Aipda Roni pun berhasil dan korban menyanggupi bertemu dan memilih lokasi pertemuan di Polres Pelabuhan Belawan.

Aipda Roni datang lebih dulu dan menunggu korban di depan Polres Belawan.

Pada pukul 14.40 WIB, korban RP datang ditemani AC.

Posisi terdakwa saat itu berada di dalam mobil dan melambaikan tangan kepada korban RP.

Setelah itu, Aipda Roni menyuruh kedua korban masuk ke dalam mobil terdakwa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved