Breaking News:

Aipda Roni Syahputra Terancam Hukuman Mati, Jaksa Beberkan Dosa Oknum Polisi Perkosa dan Bunuh 2 ABG

Detik-detik Aipda Roni Syahputra memperkosa dan menghabisi nyawa dua perempuan ABG tertuang jelas dalam dakwaan jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Medan

Tribun Batam / ist
Kolase Aipda Roni Syahputra yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan, Polda Sumatera Utara. Ia menjadi terdakwa pembunuhan dua ABG di Medan dan terancam hukuman mati 

Selanjutnya, terdakwa mengambil lakban dan tisu untuk membekap mulut dan tangan korban ke arah belakang.

Usai mengikat korban, Aipda Roni membawa mereka ke sebuah hotel.

Di sana, Aipda Roni yang tertarik dengan RP langsung ingin menyetubuhinya.

Namun, upaya itu gagal karena korban RP ternyata sedang haid.

Aipda Roni lantas melampiaskan nafsu bejatnya kepada AC.

Diketahui Istri

Puas melakukan perkosaan, terdakwa lalu membawa kedua korban ke rumah terdakwa masih dengan posisi tangan diborgol dan mulut dilakban.

Jaksa menjelaskan, sebelum tiba di rumah, terdakwa menghubungi istrinya, yakni saksi Elvrina Makmur Caniago alias Pipit dan mengatakan, "Bentar lagi saya nyampe rumah, supaya bukakan pintu pagar."

Sesampainya di rumah, terdakwa kemudian memasukkan kedua korban ke kamar dan menyekap keduanya.

Istri terdakwa sempat bertanya kenapa kedua korban dibawa ke kamar.

Namun terdakwa langsung mengancam akan membunuh istrinya jika banyak tanya.

Baca juga: Biodata Aipda Fajar, Oknum Polisi Berkomentar Kasal Soal KRI Nanggala, Diduga Depresi

Oleh terdakwa, kedua korban kemudian disekap di kamar belakang.

Setelah itu, Roni kembali ke Polres Pelabuhan Belawan untuk tugas piket.

Setelah selesai piket, terdakwa kembali ke rumahnya pada Ahad (21/2/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Dia melihat kedua korban dalam keadaan lemas.

Saat itu, terdakwa sempat membuka lakban dan memberikan mereka minum.

"Pikiran terdakwa semakin tidak menentu karena kedua korban semakin lemas.

Ilustrasi pria ngaku polisi yang bekingi rentenir sebelum menganiaya Romulo. Sebelum menganiaya Romulo, lelaki ini sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) kepolisian
Ilustrasi pria ngaku polisi yang bekingi rentenir sebelum menganiaya Romulo. Sebelum menganiaya Romulo, lelaki ini sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) kepolisian (HO)

Agar tidak diketahui orang bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan tersebut kepada kedua korban, timbul niat untuk menghabisi nyawa korban," tutur jaksa.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Aipda Roni memutuskan membunuh kedua korban.

Dia menghabisi nyawa kedua gadis itu dengan membekap wajah mereka.

Istri pelaku rupanya melihat detik-detik pembunuhan kedua gadis ABG itu oleh terdakwa dari balik pintu.

Namun, istri pelaku ini tak bisa berbuat banyak, karena ia pun diancam akan dibunuh oleh suaminya.

Setelah dipastikan tewas, Aipda Roni membuang kedua jasad korban di tempat berbeda.

Jasad RP dibuang di Jalan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai dan ditemukan pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.50 WIB.

Sedangkan jasad AC dibuang di Jalan Budi Kemasyarakatan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan dan ditemukan Senin (22/2/21) pagi.

Baca juga: Sepak Terjang Bripka S, Oknum Polisi yang Digerebek Pesta Sabu Sampai Teler Bareng Teman Wanitanya

Baca juga: Oknum Polisi yang Bertugas di KPK Diduga Peras Walikota Tanjungbalai Rp1,5 Miliar, Apa Kata Firli?

Baca juga: Oknum Polisi Rudapaksa Gadis Remaja, Puaskan Hasrat Saat Dinas Malam

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved