Breaking News:

Centre of Excellence ATB, Solusi Peningkatan Mutu SDM di PDAM

Tantangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akibat pertumbuhan penduduk hingga efisiensi manajemen PDAM harus diimbangi dengan peningkatan SDM

Ist
ATB saat berkontribusi dalam program penyehatan PDAM Tirta Daroy Aceh beberapa tahun silam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Tantangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akibat pertumbuhan penduduk hingga efisiensi manajemen PDAM harus diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Apalagi di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi, dan makin meningkatnya ekspektasi  pelanggan terhadap pelayanan air bersih

Pemerintah sendiri menargetkan akses air bersih mencapai 100 persen di tahun 2025, dengan 15 persen akses air minum aman. Selanjutnya, persentase akses air minum aman ditargetkan mencapai 100 persen di tahun 2030.

Menurut perkiraan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jumlah SDM industri air minum harus bertambah menjadi 60.784 orang pada 2024 dari posisi saat ini sebanyak 57.866 orang. Sementara pada 2030 tumbuh menjadi 91.990 orang.

Namun di sisi lain, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, mengungkapkan salah satu titik kritis dalam peningkatan kinerja BUMD Air Minum adalah kurangnya jumlah SDM yang memiliki standar kompetensi.

“Penambahan jumlah SDM ini harus diiringi dengan peningkatan kompetensi. Sehingga, target pemerintah dapat tercapai,” ujar Head of Corporate Secretary PT Adhya Tirta Batam (ATB), Maria Jacobus.

PT Adhya Tirta Batam sendiri bernisiatif membantu pemerintah untuk memecahkan masalah tersebut. Sebagai perusahaan air bersih yang telah mendapat 2 kali Platinum SNI Award, ATB telah memiliki kapasitas SDM yang unggul dan teruji.

ATB sendiri telah menjadi Centre of Excelence bagi banyak PDAM selama beberapa tahun terakhir. Sebelum Covid – 19, ATB melayani rata – rata 60 sampai 70 kunjungan dalam setahun. Tidak hanya dalam negeri, beberapa negara tetangga juga menjadikan ATB sebagai rujukan.

ATB dianggap mampu memberikan solusi bagi kendala yang dihadapi oleh perusahaan. Terutama terkait dengan peningkatan SDM yang unggul dan andal. Perusahaan sendiri tenaga-tenaga ahli yang telah diakui kemampuannya secara nasional.

“Kami ingin kemampuan SDM kami ini juga membawa dampak positif bagi pengembangan layanan air,” ungkapnya.

PDAM Tirta uli Pematang Siantar saat melakukan program Twinning ke ATB.
PDAM Tirta uli Pematang Siantar saat melakukan program Twinning ke ATB. (Ist)

ATB juga menginisiasi beberapa program untuk mendorong peningkatan SDM PDAM di Indonesia. Salah satunya adalah program Zoom Bersama ATB (ZoomBA) yang telah menjangkau PDAM di 29 Provinsi di Indonesia.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai praktisi di bidangnya masing-masing, tim profesional ZoomBA telah memiliki kapabilitas dan kapasitas yang dapat membantu PDAM bertransformasi menjadi perusahaan yang efektif, efisien dan profesional.

“Melalui ZoomBA kami mendorong agar PDAM mampu melakukan transformasi untuk mendorong efektifitas dan efisiensi di perusahaan,” jelasnya.

Selain itu, ATB juga menawarkan program Capacity Building kepad PDAM. Program ini dapat membantu peningkatan SDM dan manajemen sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga, PDAM dapat mencapai sasarannya secara terukur.

“Dengan adanya SDM yang profesional, kami yakin target yang ingin dicapai oleh perusahaan dapat tercapai,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved