Breaking News:

Dinkes Selidiki Joko Meninggal Usai Vaksin Covid-19, Awalnya Sehat Lalu Demam Tinggi

Dinas Kesehatan Kota Tangerang sedang menyelidiki kasus tewasnya seorang warga yang disebut-sebut usai menerima vaksinasi Covid-19 jenis CoronaVac

AFP/Samuel Corum/Getty Images
Foto ilustrasi tenaga kesehatan memberikan vaksin kepada seseorang. Joko Susanto meninggal dunia usai menerima vaksin Covid-19 jenis CoronaVac, Rabu (23/6/2021) 

TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Kota Tangerang sedang menyelidiki kasus tewasnya seorang warga yang disebut-sebut usai menerima vaksin Covid-19 jenis CoronaVac.

Dinkes bakal mengumpulkan dan mengolah data-data terkait kondisi kesehatan Joko Susanto (32), berupa skrining kesehatan korban sebelum disuntik vaksin untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.

"Sekecil apapun side effect dari vaksin, akan kami bahas," ungkap Kadinkes Tangerang Liza Puspadewi saat ditemui di kantornya, Kamis (24/6/2021)..

Joko Susanto meninggal dunia usai menerima vaksin Covid-19 jenis CoronaVac, Rabu (23/6/2021). 

Detik-detik tewasnya warga Kunciran Jaya, Pinang, Kota Tangerang itu diceritakan sang istri, Putri Rahmawati (31).

Putri menyatakan sebelum meninggal Rabu sore, suaminya sehal walafiat dan tak punya riwayat sakit apa pun.

Viral di media sosial Facebook melalui akun Abdul Rasyid Sipahutar, Seorang wanita berdomisili di Perumahan Botania Garden Blok B8 nomor 30, mendadak sakit usai divaksin Covid-19.
Viral di media sosial Facebook melalui akun Abdul Rasyid Sipahutar, Seorang wanita berdomisili di Perumahan Botania Garden Blok B8 nomor 30, mendadak sakit usai divaksin Covid-19. (TribunBatam.id/Istimewa)

Kejadian ini bermula pada Selasa (15/6/2021), saat Joko dan Putri mendapat undangan vaksinasi di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Banten.

Namun, setibanya mereka di tempat itu, Joko dan Putri tak jadi menerima vaksin.

"Kita ke sana, ternyata enggak ada jadwal untuk kita. Suami saya dalam keadaan sehat waktu itu, sehat walafiat," papar Putri dalam rekaman suara, Kamis (24/6/2021).

Saat perjalanan pulang, pasangan suami istri itu melihat pelaksanaan vaksin di salah satu sekolah di Pinang.

Baca juga: Gubernur Kepri Jamin Stok Vaksin Aman

Keduanya lantas bertanya kepada RT setempat apakah mereka dapat menerima vaksin di tempat tersebut.

Di lokasi tersebut, Putri mengaku yang menyuntikkan vaksin adalah pihak Puskesmas Kunciran Baru.

"Dibilang sama Pak RT, di situ boleh. Saya ke sana, trus diperiksalah kita, skrining dulu di sana," tutur Putri.

"Ditanyain ada riwayat punya penyakit bawaan atau enggak," sambungnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved