EMAS HARI INI

Harga Emas Antam Stagnan di Rp 932.000 per Gram pada Jumat (25/6)  

Harga emas Antam ini sama dengan harga Kamis (24/6) yang berada di level Rp 932.000 per gram.

KOMPAS IMAGES
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Tak berbeda dari hari sebelumnya, harga emas Antam pada hari Jumat (25/06/2021) tak berubah alias stagnan.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 932.000.

Harga emas Antam ini sama dengan harga Kamis (24/6) yang berada di level Rp 932.000 per gram.

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 828.000 per gram.

Harga tersebut juga sama dengan harga buyback pada Kamis (24/6) yang ada di Rp 827.000 per gram.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Jumat (25/6) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 516.000

Harga emas 1 gram: Rp 932.000

Harga emas 5 gram: Rp 4.435.000

Harga emas 10 gram: Rp 8.815.000

Harga emas 25 gram: Rp 21.912.000

Harga emas 50 gram: Rp 43.745.000

Harga emas 100 gram: Rp 87.412.000

Harga emas 500 gram: Rp 436.320.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 872.600.000

Investasi Emas Menguntungkan Butuh 3 Tahun

Harga emas yang fluktuatif dan dikenakan pajak jual beli membuat investor emas harus cermat.

Investasi emas membutuhkan waktu yang tepat agar menghasilkan cuan yang sesuai harapan.

Agustina Fitria, perencana keuangan Oneshildt Financial Planner mengatakan emas tidak bisa dijual dalam jangka waktu pendek kecuali karena kebutuhan mendesak.

Menjual emas tidak lama setelah membelinya, bisa membuat investor buntung bukan untung.

Perlu diingat, emas dikenakan pajak jual beli dan akan dikenai selisih harga jual dan harga beli.

"Kalau kondisi normal (tidak pandemi), bisa dijual setelah 3 tahun. Kecuali ketika kondisi di 2020 lalu, enam bulan sudah bisa menguntungkan," kata Agustina pada momsmoney.id.

Emas juga tidak bisa digunakan sebagai instrumen investasi untuk jangka panjang. Agustina menegaskan bahwa imbal hasil emas tak berbeda jauh dengan pergerakan inflansi.

Itu sebabnya emas sebenarnya tidak cocok digunakan sebagai tabungan pendidikan anak di jangka panjang. Menurutnya, dana pendidikan kenaikannya bisa dua kali lipat dari inflasi.

Agustina juga menekankan bahwa investasi emas berbeda dengan investasi saham. Jika saham semakin lama harganya bisa semakin tinggi, sementara emas kenaikannya tidak signifikan.

"Idealnya investasi emas paling lama lima tahun,"ujar Agustina. (*)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved