Breaking News:

HUMAN INTEREST

Wanita di Natuna Kembangkan Eco Enzym Dari Sisa Sayur dan Buah, Ini Sederet Manfaatnya

Eco enzym yang dikembangkan Hazriani dari Natuna bisa digunakan untuk cairan pembersih, pupuk kompos dan pestisida

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Wanita di Natuna Kembangkan Eco Enzym Dari Sisa Sayur dan Buah, Ini Sederet Manfaatnya. Foto Ketua Kehati, Hazriani (dua dari kiri) saat mengaplikasikan eco enzym ke saluran pembuangan untuk memecah zat kimia, Jumat (11/6/2021) 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - "Lingkungan hidup harus dijaga dan dilestarikan agar berdampak baik ke kita"

Ungkapan tersebut terucap dari bibir Hazriani. Ia seorang Ketua Komunitas Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan yang ada di Kabupaten Natuna.

Sepak terjangnya dalam melestarikan lingkungan hidup patut mendapat apresiasi.

Pasalnya kepedulian Hazriani terhadap lingkungan memberikan dampak positif.

Ia berhasil mengembangkan inovasi yang dikenal dengan nama Eco Enzym dan mengenalkannya dengan masyarakat Natuna.

Baca juga: Kisah Pria 49 Tahun Ini Melajang & Hidup di Hutan Bak Tarjan Sejak Umur 8 Tahun

Baca juga: Kisah Peternak Sapi di Bintan Mampu Sekolahkan Dua Anak hingga Perguruan Tinggi

BAPELKES BATAM -  Tim Bepelkes Batam menyemprot lokasi karantina pasien covid-19 di Batam menggunakan cairan Eco Enzyme, Minggu (20/6/2021).
BAPELKES BATAM - Tim Bepelkes Batam menyemprot lokasi karantina pasien covid-19 di Batam menggunakan cairan Eco Enzyme, Minggu (20/6/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Siapa sih Hazriani ini?

Inilah kisah singkat Hazriani dalam melestarikan lingkungan hidup dan layak dicontoh.

Diketahui Hazriani lahir pada 20 September 1972 silam. Ia memiliki 3 putri hasil pernikahannya dengan Tri Soesilo Hadhi yang saat ini bekerja sebagai Kepala KPHP5 unit 5 Natuna.

"Anak pertama saat ini masih semester 4 di Politeknik Pontianak jurusan budidaya perikanan. Anak kedua saat ini kelas 10 Aliyah di Gontor Putri 3, dan yang bungsu kelas 7 MTS Negeri 2 Ranai," kata Hazriani kepada Tribun Batam melalui sambungan telepon, Jumat (25/6/2021).

Kepedulian Hazriani terhadap lingkungan telah ia lakoni sejak 2012 silam. Ia pun berhasil mencetuskan sebuah kelompok yang dinamakan Komunitas Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan yang sudah memiliki legalitas sejak 6 Oktober 2018 silam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved