Breaking News:

AS dan Indonesia Akan Bangun Pusat Pelatihan Maritim di Batam Demi Amankan Laut China Selatan

Amerika Serikat dan Indonesia akan membangun pusat pelatihan maritim di Batam senilai Rp 50, 6 Miliar

Editor: Aminudin
(GOOGLE via CNN)
Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membangun pusat pelatihan maritim baru senilai 3,5 juta dollar (50,6 miliar) di kawasan strategis Batam, di Kepulauan Riau, kata badan keamanan maritim Indonesia. (GOOGLE via CNN) 

TRIBUNBATAM.id - Batam akan kehadiran fasilitas pusat pelatihan maritim.

Pusat pelatihan maritim dibangun oleh Indonesia dan Amerika Serikat.

Pusat pelatihan maritim yang akan dibangun di Batam bernilai 3,5 juta dollar (50,6 miliar).

Informasi mengenai pembangunan fasilitas militer di Batam tersebut diketahui dari pernyataan Duta Besar AS untuk Indonesia, Sum Kim.

Sum Kim menyampaikan itu saat menghadiri upacara secara virtual pada Jumat (25/6/2021).

Dikatakan Sung Kim, pusat maritim akan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan antara kedua negara untuk meningkatkan keamanan di kawasan Laut China Selatan.

“Sebagai sahabat dan mitra bagi Indonesia, Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendukung peran penting Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan regional dengan memerangi kejahatan domestik dan transnasional,” katanya, menurut pernyataan dari Bakamla, badan keamanan maritim Indonesia melansir CNN pada Senin (28/6/2021).

Pusat pelatihan, yang terletak di titik pertemuan strategis Selat Malaka, Batam, di Kepulauan Riau dan Laut Cina Selatan, akan dijalankan oleh Bakamla.

Fasilitas ini akan menampung ruang kelas, barak, dan landasan peluncuran, menurut laporan badan tersebut.

Kolaborasi AS dengan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ini, terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan.

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membangun pusat pelatihan maritim baru senilai 3,5 juta dollar (50,6 miliar) di kawasan strategis Batam, di Kepulauan Riau, kata badan keamanan maritim Indonesia.

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membangun pusat pelatihan maritim baru senilai 3,5 juta dollar (50,6 miliar) di kawasan strategis Batam, di Kepulauan Riau, kata badan keamanan maritim Indonesia. (GOOGLE via CNN)
Indonesia dan Amerika Serikat (AS) membangun pusat pelatihan maritim baru senilai 3,5 juta dollar (50,6 miliar) di kawasan strategis Batam, di Kepulauan Riau, kata badan keamanan maritim Indonesia. (GOOGLE via CNN) ((GOOGLE via CNN))

Filipina sebelumnya telah memprotes kehadiran ratusan kapal China di kepulauan Spratly Mei ini.

Sementara itu, Angkatan Udara Malaysia (RMAF) menyatakan mengerahkan jet tempur untuk mencegat 16 pesawat militer itu pada Senin (31/5/2021).

Pesawat "Negeri Panda" terbang sedekat 60 mil laut dari Beting Patinggi Ali. Tempat itu, dikenal juga sebagai Luconia Shoals, juga diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Ke-16 pesawat China tersebut menolak berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara setempat.

Menurut keterangan "Negeri Jiran", aksi yang dilakukan pesawat China itu dianggap ancaman bagi kedaulatan negara dan keselamatan penerbangan.

Awal bulan ini, para menteri luar negeri Asia Tenggara dan China sepakat dalam pertemuan, untuk menahan diri di Laut China Selatan, dan menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved