Breaking News:

KASUS KORUPSI DI TANJUNGPINANG

Menunggu Kejari Ungkap Tersangka Dugaan Korupsi di BUMD Tanjungpinang

Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang Dasril komitmen menuntaskan kasus dugaan korupsi di BUMD Tanjungpinang itu.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
BUMD TANJUNGPINANG - Kantor BUMD Tanjungpinang di jalan Basuki Rahmat, Kilometer 4 Tanjungpinang, Selasa (2/2/2021). Penyidik Kejari Tanjungpinang menunggu hasil audit untuk mengungkap dugaan korupsi di instansi ini. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri atau Kejari Tanjungpinang berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan/ BPK Kepri untuk mengungkap kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (PT TMB).

Kini proses penyidikan kasus dugaan korupsi piutang non usaha BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) itu tinggal menunggu hasil audit keuangan perusahaan.

Seperti diketahui, kasus ini begitu menjadi sorotan penyidik Kejari Tanjungpinang.

Itu setelah penyidik Kejari Tanjungpinang menemukan adanya potensi kerugian Negara hingga peristiwa pidana dan perbuatan melawan hukum pada piutang non usaha saat gelar perkara.

Sejumlah keterangan berikut alat bukti sebelumnya diperoleh oleh penyidik Kejari Tanjungpinang pada Kamis (18/2) lalu.

KEJARI TANJUNGPINANG - Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi saat memenuhi panggilan Kejari Tanjungpinang, Selasa (20/10/2020).
KEJARI TANJUNGPINANG - Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi saat memenuhi panggilan Kejari Tanjungpinang, Selasa (20/10/2020). (TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Kasusnya bahkan telah naik dari pnyelidikan ke penyidikan.

Selama proses pengumpulan bahan dan keterangan, penyidik Kejari Tanjungpinang telah memanggil 23 orang untuk diminta keterangan terkait kasus dugaan korupsi di BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama itu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Bambang Heri Purwanto mengungkapkan, kasus tersebut merupakan dugaan penyalahgunaan keuangan dalam pengelolaan piutang non usaha.

Yaitu piutang karyawan, piutang eks karyawan, piutang berelasi dan piutang pihak ketiga lain di BUMD PT TMB pada tahun 2017 sampai dengan 2019.

Selain melihat indikasi perbuatan melawan hukum, penyidik juga melihat adanya indikasi peristiwa pidana dengan potensi kerugian Negara yang ditemukan mencapai Rp 900 juta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved