Breaking News:

PENANGANAN COVID

Pemkab Natuna Atur Sanksi Berat Bagi ASN Tolak Vaksin Corona Tanpa Alasan Jelas

Pemkab Natuna mengklaim target capaian minimal vaksinasi corona sebesar 50 persen pada akhir Juni telah tercapai.

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
VAKSINASI CORONA DI NATUNA - Proses vaksinasi corona di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa (29/6/2021). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten/ Pemkab Natuna akan mengambil tindakan tegas berupa sanksi bagi ASN dan PTT yang tidak mau melakukan vaksinasi.

Ini berlaku demi capaian target vaksinasi corona di Natuna minimal 50 persen hingga akhir Juni 2021.

Target tersebut pun telah diklaim tercapai oleh Dinas Kesehatan atau Dinkes Natuna.

Animo warga Natuna untuk mengikuti vaksinasi corona yang begitu tinggi menjadi salah satu faktornya.

"Hari Minggu itu kami punya target sudah mencapai 49,30 persen.

Hari ini banyak juga dilakukan vaksinasi namun rekap finalnya belum dapat tapi hari ini sudah lebih dari 50 persen," ungkap Plt Kepala Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah kepada TribunBatam.id, Senin (28/6/2021).

VAKSINASI CORONA DI NATUNA - Kegiatan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat Natuna di Kantor Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa (22/6).
VAKSINASI CORONA DI NATUNA - Kegiatan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat Natuna di Kantor Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa (22/6). (TribunBatam.id/Istimewa)

Kendati demikian, masih terdapat sejumlah kecil ASN dan PTT yang belum melakukan vaksinasi.

Terkait dengan itu, Hikmat yang juga Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Natuna ini pun mengatakan bahwa Pemkab Natuna akan memberlakukan sanksi bagi ASN dan PTT atau tenaga honorer yang tidak mau divaksin.

"Bupati Natuna dalam setiap kesempatannya selalu menyampaikan, ASN yang tidak mau divaksin bukan karena indikasi tidak bisa menerima vaksin atau perintah dokter maka Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) nya dipotong.

Kalau misalnya dia tenaga kontrak atau PTT maka kontraknya tidak diperpanjang lagi," jelas Hikmat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved