BATAM TERKINI
Sekali Datang 7 Pasien Butuh Ruang ICU, Pasien Terpaksa Antre Masuk IGD RSBP Batam
Pasien covid-19 butuh ruangan ICU di RSBP Batam mengalami lonjakan cukup signifikan sehingga terpaksa antre saat akan memasuki ruangan IGD rumah sakit
Penulis: Beres Lumbantobing |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien covid-19 di Kota Batam terus meroket, tak hanya pasien OTG.
Pasien covid-19 dengan gangguan kesehatan juga mengalami peningkatan.
Akibatnya sejumlah fasilitas ICU yang dimiliki rumah sakit mulai terbatas.
Hingga Rabu (30/6/2021) Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam sudah menangani 20 pasien ICU.
Dari jumlah 20 pasien ICU, 4 diantaranya covid-19.
Sementara 13 lainnya pasien umum. Akibatnya fasilitas layanan ICU RSBP Sekupang itu penuh.
"Tadi malam terlihat penuh sampai mengantre karena datangnya pasien itu bersamaan. Sekali datang 7 pasien, mereka pasien ICU makanya tadi malam kita turunkan langsung semua fasilitas ICU dari gedung lantai 7," ujar Humas RSBP, Okta Riza saat ditemui di RSBP Sekupang, Rabu (30/06/2021) siang.
Suasana malam kedatangan pasien itu tampak ramai, keluarga pasien terlihat panik.
Tenaga kesehatan (Nakes) pun harus berjibaku dibantu Ditpam RSBP.
Sementara beberapa kendaraan mobil lainnya mengantri di depan gedung IGD.
Okta meyebutkan pasien covid-19 yang masuk ke RSBP per harinya masih seperti biasa, belum begitu melonjak.
"Sampai hari ini pasien covid di PIE ada 53 orang. Kita masih dapat tampung 10 pasien lagi," ucap Okta.
Kata dia, RSBP memiliki kapasitas kamar untuk 63 orang pasien covid-19.
"Udah bolak balik kita rombak itu gedung PIE supaya dapat nampung pasien. Awalnya untuk 35 pasien, kemudian 46 dan kita tambah lagi jadi untuk 53 orang," bebernya.
"Semua masih terkendali. Pasien pasien yang datang kita tangani," katanya.
Pemko Minta Bantuan Nakes dan Tenda
Sementara itu, mengingat rumah sakit rujukan pasien positif Covid-19 telah penuh, Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta agar Pemerintah Provinsi Kepri dapat segera merealisasikan bantuan tenaga kesehatan (nakes).
Bantuan nakes ini diperlukan karena adanya ledakan pasien yang masuk secara bersamaan ke IGD RSBP Batam, Selasa (29/6/202) malam kemarin.
"Sudah dapat laporan ledakan pasien di RSBP tadi malam. Dan ini makanya kita kembali menyurati Pemprov mengenai tambahan nakes untuk Batam," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ditemui di Kantor Pemko Batam, Rabu (30/6/2021).
Diakuinya setelah Asrama Haji, pihaknya juga akan membuka Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Tanjung Uncang, yang memiliki daya tampung 180 pasien dengan kategori bergejala. Apabila lonjakan pasien ini masih terjadi.
"Pasien OTG di sana akan kita fasilitasi untuk pindah ke rusun," tutur Rudi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Didi Kusmarjadi juga meminta agar Pemprov Kepri dapat memberikan bantuan tenda darurat yang akan digunakan di bagian IGD tiga rumah sakit rujukan.
Baca juga: 5 Pegawai Bapelkes Batam Kena Covid-19
"Kita sudah minta bantuan tenda buat di IGD RS ke Provinsi. Aku minta buat RS Awal Bros, RSUD Embung Fatimah, dan RS BP Batam," katanya.
Diakuinya bantuan tenda ini akan difungsikan menampung dan menyortir pasien, sehingga tidak ada penolakan dengan alasan penuh.
Namun tambahan nakes dan alat kesehatan dari Provinsi Kepri, juga diminta agar dapat segera direalisasikan.
"Kita sudah surati provinsi juga untuk minta tenaga dan lainnya agar Bapelkes kita dijadikan RS darurat," katanya.
Mengenai pemanfaatan RSKI Galang, Didi menuturkan pihaknya telah mengeluarkan instruksi agar merelokasi pasien Covid-19 yang bergejala ringan dari RSUD Embung Fatimah dan RS BP batam ke RSKI Galang.
"Siang ini para pasien yang dimaksud akan segera diantar ke RSKI Galang. Jadi apabila besok atau malam nanti, ada pasien bergejala, bisa ditampung di dua rumah sakit itu," katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Beres Lumbantobing/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
*Berita lainnya tentang BATAM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/30062021antrean-masuk-igd-rsbp-batam.jpg)