Breaking News:

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

Varian Baru Covid-19 dan Potensi Transfer Kasus di Kepri

News Webilog Tribun Batam edisi Senin (28/6/2021) mengangkat tema 'Varian Baru dan Potensi Transfer Kasus'. Simak petikan wawancara di sini

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
News Webilog Tribun Batam edisi Senin (28/6/2021) menghadirkan Analis Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kepri, dr Yosei Susanti, MAP. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Varian baru covid-19 telah masuk ke Kepri.

Setidaknya sudah ada 2 temuan terkait varian baru virus corona itu.

Lalu bagaimana potensi transfer kasus covid-19 di Kepri?

Untuk lebih dalam, simak News Webilog Tribunbatam dengan tema 'Varian Baru dan Potensi Transfer Kasus'.

Dalam kesempatan ini, hadir sebagai nara sumber Analis Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kepri, dr. Yosei Susanti, MAP.

Baca juga: Gubernur Kepri Minta Kapasitas Penumpang Kapal Maksimal 60 Persen Tekan Covid-19

Baca juga: RSUD RAT Tanjungpinang Tambah Ruangan Isolasi, Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Berikut petikan wawancara yang digelar Senin (28/6/2021).

Tribun Batam: TB, Yosei Susanti: YS.

TB: Selamat sore dok, apa kabarnya?

YS: Selamat sore, alhamdulillah kabarnya baik.

TB: Sesuai tema kita ini, apa saja media atau wahana di lingkungan sekitar kita yang menjadi pengantar paling mudah bagi penyebaran Covid-19 dari satu orang ke orang lain?

YS: Penularan virus ini tetap pada kontak erat. Jadi kalau kita masih gunakan masker dan jaga jarak, mencuci tangan pakai sabun bisa menghindari penyebaran virus itu

Kalau soal itu, tetap bila kita tidak melakukan sering cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer virus itu akan berpindah ke kita. Misal kita sedang pegang pintun kantor, kan sering disentuh, nah itu kita harus langsung cuci tangan atau pakai handsanitizer. Kalau tidak ada potensi virus berpindah ke kita.

TB: Namun bila dalam keadaan terbuka, apakah virus itu bisa bertahan lama dok?

YS: Kalau dalam media barang atau benda di tempat terbuka apalagi panas, virus ini dalam beberapa detik akan mati dengan sendirinya.

TB: Bagaimana potensi transfer kasus di kawasan Pasar yang sangat padat pembelinya?

YS: Seperti yang disampaikan, kalau kita selalu pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan bisa mencegah 50 persen terpapar virusnya. Misal di pasar sulit dihindari kerumunannya, jangan lepas maskernya, dan sering cuci tangan agar aman 100 persen.

TB: Apakah ada potensi penyebaran virus ini melalui udara dok?

YS: Kalau udara dimaksud angin tidak ada ya, virusnya gak terbang. Kecuali melalui droppet ya, bisa saja. Makanya kita harus pakai masker, sebab organ paling sensitif itu melalui mata dan hidung, serta mulut.

TB: Bagaimana dengan ada kasus yang tinggal di dalam rumah 4 orang, dan hanya 1 anggota keluarga saja yang terpapar, dan lainnya tidak ada?

YS: Itu memang sudah banyak terjadi. Kenapa demikian. Dikarenakan anggota keluarga yang tidak terpapar itu mempunyai imun uang kuat. Maka dari itulah, upaya pemerintah dalam memperkuat imun ialah vaksinasi.

TB: Dok, apakah masih sangat bagus dilakukan setiap pagi berjemur diteriknya matahari?

YS: Iya sangat bagus dan harus selalu dianjurkan, panas matahari pagi mulai pukul 08.00 sampai 10.00 Wib itu. Lebih bagus lagi ditambah dengan mengkonsumsi buah-buahan mengandung vitamin C.

TB: Apakah ada imbauan kepada masyarakat Kepri Dok?

YS: Marilah masyarakat Kepri terus melaksanakan protokol kesehatan kita, jangan lalai. Selain itu, jangan lupa agar segers melakukan vaksinasi. Manfaatnya buat diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved