EMAS HARI INI

UPDATE Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 Jadi Rp 932.000 per Gram, Simak Rinciannya

Harga emas antam hari ini naik, begitu juga dengan buyback di angka Rp 5.000 per gram.

KOMPAS IMAGES
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk 

TRIBUNBATAM.id - Harga emas Antam hari ini (1/7/2021) naik Rp 5.000 per gram. 

Dikutip dari logammulia.com, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 932.000.

Naik Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga Rabu (30/6) yang berada di level Rp 927.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam atau harga yang didapatkan ketika pemegang emas Antam ingin menjualnya juga mengalami perubahan.

Harga buyback emas hari ini yakni Rp 827.000 per gram.

Baca juga: Terbang dengan Garuda Indonesia Gratis Vaksinasi Covid-19. Di sini Lokasinya

Harga buyback emas turut mengalami kenaikan Rp 5.000 dari hari sebelumnya.

Perlu diketahui, perhitungan harga emas tersebut berlaku di kantor pelayanan Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Sementara di gerai penjualan emas Antam lainnya bisa jadi mematok harga berbeda.

Baca juga: Produk Olahraga 361° Diskon 75 Persen Khusus di Matahari Nagoya Hill Batam,

Berikut rincian harga emas Antam pada pecahan lainnya per Kamis, 1 Juli 2021:

Harga emas batangan 0,5 gram: Rp 516.000

Harga emas batangan 1 gram: Rp 932.000

Harga emas batangan 2 gram: Rp 1.804.000

Harga emas batangan 3 gram: Rp 2.681.000

Harga emas batangan 5 gram: Rp 4.435.000

Harga emas batangan 10 gram: Rp 8.815.000

Harga emas batangan 25 gram: Rp 21.912.000

Harga emas batangan 50 gram: Rp 43.745.000

Harga emas batangan 100 gram: Rp 87.412.000

Harga emas batangan 250 gram: Rp 218.265.000

Harga emas batangan 500 gram: Rp 436.320.000

Harga emas batangan 1.000 gram: Rp 872.600.000

Harga Emas dan Minyak Dunia Naik

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Rabu (30/6/2021) waktu setempat atau Kamis (1/7/2021) waktu Indonesia.

Kenaikan harga logam mulia ini ditopang oleh investor yang menyesuaikan posisi menjelang rilis laporan pekerjaan bulanan AS.

Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Agustus naik 8 dollar AS, atau 0,45 persen, ditutup pada 1.771,6 dollar AS per ounce.

Emas mengalami penurunan harga lebih dari 7 persen pada bulan Juni, tetapi mengalami kenaikan sekitar 5 persen pada kuartal kedua, dan penurunan 6,6 persen pada paruh pertama tahun ini. Data ekonomi yang dirilis pada hari Rabu beragam.

Chicago Business Barometer, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer Chicago (PMI), turun menjadi 66,1 pada Juni dari 75,2 pada bulan sebelumnya, angka tertinggi sejak Desember 1983.

Automated Data Processing Inc. melaporkan bahwa lapangan kerja sektor swasta AS meningkat sebesar 692.000 pekerjaan pada bulan Juni, lebih rendah dari 886.000 pekerjaan yang tercipta pada bulan Mei.

Sementara harga perak untuk pengiriman September naik 29,3 sen, atau 1,13 persen, menjadi 26,194 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 2,3 dolar, atau 0,21 persen, ditutup pada 1,072,9 dollar per ounce.

Sementara itu harga minyak pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) juga naik setelah data menunjukkan penurunan besar dan kuat dalam stok minyak mentah AS.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus bertambah 49 sen menjadi di 73,47 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 37 sen menjadi ditutup pada 75,13 dollar AS per barrel di London ICE Futures Exchange.

Persediaan minyak mentah AS turun 6,7 juta barel selama pekan yang berakhir 25 Juni, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Rabu.

Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan publikasi EIA menunjukkan penurunan 4,7 juta barrel dalam stok minyak mentah AS.

Pada tingkat 452,3 juta barrel, persediaan minyak mentah AS berada sekitar 6 persen di bawah rata-rata lima tahun untuk tahun ini.

Menurut EIA, total persediaan bensin motor meningkat 1,5 juta barrel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 0,9 juta barrel.

Pasar menunggu pertemuan penting Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut dijadwalkan bertemu melalui konferensi video pada hari Kamis untuk meninjau tingkat produksi minyak mentah. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved