Breaking News:

Terlalu Cinta Bisa Jadi Gangguan Mental, Berikut Gejalanya

Alih-alih mencintai seseorang dan menginginkan yang terbaik untuknya orang dengan kecenderungan obsesif mungkin mencintai orang lain karena kebutuhan

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Kompas.com
Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar 

TRIBUNBATAM.id - Banyak orang merasakan sakitnya patah hati dan kegilaan yang menjurus ke cinta obsesif.

Alih-alih mencintai seseorang dan menginginkan yang terbaik untuknya, orang dengan kecenderungan obsesif mungkin mencintai orang lain karena kebutuhan mereka sendiri.

Orang dengan gangguan ini mungkin tidak memiliki identitas atau perasaan diri yang konsisten.

Ini dapat memperburuk kecenderungan obsesif karena mereka mungkin berjuang untuk melihat diri mereka sendiri sebagai nyata atau layak secara individu, terpisah dari hubungan mereka.

Gangguan ketergantungan Kemampuan seseorang untuk membentuk keterikatan yang sehat dengan orang lain dimulai sejak dini.

Orang tua atau pengasuhnya tidak stabil atau kasar dapat mengembangkan pola keterikatan yang tidak normal.

Kondisi ini dapat menyebabkan mereka menjadi obsesif, suka mengendalikan, atau takut dalam hubungan.

ILUSTRASI - Skizofrenia adalah satu gangguan mental jangka panjang
ILUSTRASI - Skizofrenia adalah satu gangguan mental jangka panjang (freepik.com)

Orang dengan gaya keterikatan yang tidak aman atau reaktif mungkin merasa disibukkan oleh ketakutan akan kehilangan.

Mereka mungkin merasa tidak mampu mengatasi emosinya ketika hubungannya berakhir dan bersedia melakukan apa saja untuk mempertahankan pasangannya.

Terkadang, keterikatan yang tidak aman membuat seseorang berada dalam hubungan yang kasar karena mereka takut kehilangan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved