CPNS KEPRI
CPNS 2021 Batam, Walikota Minta Peserta Jangan Percaya Oknum Jamin Kelulusan
Pada penerimaan CPNS 2021 di Batam ini, Walikota Muhammad Rudi menilai kesempatan peserta cukup besar karena formasi yang dibutuhkan banyak.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penerimaan CPNS di Batam jadi perhatian Walikota Batam Muhammad Rudi.
Menurutnya, selain seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dibuka secara transparan, penerimaannya juga diumumkan secara terbuka.
Bahkan hasil tes pun dapat dilihat langsung oleh para peserta seleksi CPNS dan PPPK 2021.
Dengan ketentuan ini, Kepala Badan Pengusahaan atau BP Batam itu meminta agar para pelamar tidak percaya dengan oknum yang memberi jaminan lulus seleksi CPNS dan PPPK 2021.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota/ Pemko Batam membuka 2.958 formasi CASN pada tahun ini.
Rinciannya 295 CPNS dan 2.663 PPPK.
"Jadi tak ada itu yang namanya oknum bisa kasih jaminan lulus seleksi.
Saya minta kalau ada yang seperti itu jangan dipercaya.
Sebab saat ini semua sudah transparan," tegas Rudi, Minggu (4/7/2021).
Ia juga berharap seleksi CPNS 2021 di Batam ini tidak ada kendala.
Rudi mengungkapkan, jika Pemko Batam membutuhkan begitu banyak guru seiring dengan bertambahnya pembangunan infrastruktur.
Selain guru, Pemko Batam menurutnya juga kekurangan tenaga medis dan teknik sipil.
Dengan banyaknya kebutuhan pegawai, menurut Rudi kesempatan pelamar untuk bisa menjadi CPNS di Batam semakin besar.
Termasuk pegawai yang saat ini masih berstatus honorer, serta ingin meningkatkan karir menjadi CPNS.
"Tahun ini formasi yang dibuka cukup banyak, terutama untuk PPPK guru.
Saya harap bisa terisi semua, kalau nggak salah ada dua ribu lebih untuk formasi guru ini," jelasnya.
Baca juga: Tips Lolos CPNS 2021 Termasuk CPNS 2021 Kepri, Pilih Instansi Sepi Peminat
Baca juga: Cara Mengunggah Swa Foto yang Benar di sscasn.bkn.go.id untuk Daftar CPNS 2021
Formasi Guru Agama Kristen Jadi Sorotan
Penerimaan CPNS 2021 Batam sebelumnya menjadi sorotan.
Itu setelah tidak adanya formasi guru untuk agama Kristen pada penerimaan CPNS 2021 Batam.
Terkait hal itu, Sekretaris Daerah Kota/ Sekdako Batam Jefridin Hamid menyebut jika Pemko Batam selalu mengusulkan formasi CPNS maupun formasi PPPK untuk guru agama Kristen.
Hanya saja menurutnya Pemko Batam memiliki keterbatasan karena yang menentukan formasi tersebut adalah Pemerintah Pusat.
"Sudah kami usulkan setiap tahun. Tapi yang menentukan formasinya Kementerian," ujar Jefridin Hamid di DPRD Batam, Senin (21/6/2021).
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menggatakan penerimaan guru agama Kristen bersamaan dengan penerimaan ASN.
Setiap tahun diusulkan namun keputusannya bukan di daerah.
"Itu sama penerimaan PNS dengan Guru Agama. Saya rasa soal itu aman-aman saja," katanya.
Terpisah, orang tua siswa di SDN di Kecamatan Batam Kota, Osmar Silaban mengeluhkan tak adanya guru agama di sekolah anaknya.
Setiap semester, anaknya selalu meminta nilai agama kepada pihak gerejanya.
"Saya juga bingung. Asal sudah mendekati ujian semester atau kenaikan kelas, kami disuruh pihak sekolah minta nilai kepada Guru Sekolah Minggu si Ana (Anak Osmar). Kemudian di tandatangani pendeta," katanya.
Sementara seorang Guru Sekolah Minggu di HKBP Batam Center, Uli mengaku setiap semester memberikan nilai kepada anak sekolah minggu yang duduk di SD Negeri. Kemudian disetujui oleh Pendeta HKBP Batam Center.
"Jadi anak-anak yang sekolah negeri minta nilai kepada kami. Kami nilai berdasarkan keaktifannya di sekolah Minggu.
Kemudian kami berikan juga soal-soal yang telah dipelajari di sekolah minggu. Lalu disetujui pendeta," kata Uli.
Sebelumnya diberitakan formasi guru agama Kristen ditingkat SDN dan SMPN lewat jalur PNS atau P3K di Kota Batam, yang tidak ada untuk tahun 2021, dipertanyakan PGI Wilayah Kepri dan Kota Batam.
Pemko Batam dinilai harus bertanggungjawab dalam mengusulkan formasi untuk guru agama, termasuk guru agama Kristen.
PGIW Kepri mengaku miris melihat jumah guru agama Kristen yang sangat minim.
Ketua PGIW Kepri, Pdt Renova J Sitorus mengatakan dari total 194 SDN dan SMPN di Batam, 128 sekolah di antaranya (66 SMPN dan 62 SDN), siswa beragama Kristen sekitar 14.344.
Sedangkan guru agama Kristen yang sudah di angkat menjadi ASN (PNS dan PPPK) saat ini hanya 23 guru.
Dimana, 17 orang di SDN dan 6 orang di SMPN.
"Jumlah guru dibanding siswa, masih jauh dari kata cukup dan ideal.
Artinya ada banyak SDN dan SMPN tidak ada guru agama Kristen," kata Pdt Renova.
Menurutnya kebijakan Pemko Batam bukan baru kali ini dipertanyakan PGIW.
Dua tahun yang lalu, PGI disebut, pernah kita sampaikan hal yang sama.
Baik kepada Wali Kota Batam, Kepala Dinas Pendidikan dan DPRD Batam, namun hasilnya seperti yang terlihat saat ini.
"Pemerintah seperti tidak memperhatikan kebutuhan siswa Kristen di Batam. Ini kita sesalkan dan berharap, diperhatikan," harap Renova.
Pdt. Renova mengatakan, dari aspek aturan dan regulasi, sangat jelas Pemda bertanggugjawab untuk memfasilitasi terlaksananya pendidikan agama.
Sesuai dengan agama yang dianut oleh setiap siswa sebab hal itu adalah hak dari setiap siswa.
Jika tidak dilaksanakan berarti ada aturan yang dilanggar disana, apalagi diabaikan.
"Karena itu, kita minta kepada pemerintah untuk memperhatikan hal ini," ujar Pdt. Renova.
Pria yang menjabat sebagai Praeses Distrik XX Kepri ini juga meminta jika ada kendala atau masalah lainnya, PGIW mengajak Pemko Batam, untuk duduk bersama dan membicarakannya dalam waktu dekat ini.
"Kami minta kepada Bapak Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk menyediakan waktu untuk kita duduk bersama dengan dinas terkait.
Mencari solusi terbaik selagi masih bisa.
Kami percaya pak Wali Kota orang yang terbuka untuk menerima masukan demi kemaslahatan dan kemajuan Warga Batam," harapnya.(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang CPNS Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27022021walikota-batam-hm-rudi.jpg)