Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Penjual Air Tahu di Anambas Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19

Penjual air tahu di Anambas, Samad (63) mengakui pandemi covid-19 membawa pukulan hebat terhadap dagangannya

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
tribunnbatam.id/Rahma Tika
Kisah Penjual Air Tahu di Anambas Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19. Foto Samad (63), bertahan hidup di tengah pandemi covid-19 dengan berjualan air tahu. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Hampir satu tahun lebih pandemi covid-19 mewabah di Indonesia, dan berimbas pada perekonomian masyarakat.

Terlebih pedagang kecil yang sehari-hari mata pencahariannya berjualan.

Penjual air tahu di Anambas ini contohnya. Samad (63) mengakui pandemi covid-19 membawa pukulan hebat terhadap dagangannya.

Samad melanjutkan usaha istrinya berjualan air tahu di sekitar Pelabuhan Pemda, Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ia sudah hampir tiga tahun berjualan air tahu di lokasi yang tidak jauh dari tempat turunnya penumpang kapal.

Baca juga: KISAH Nurdin, Sehari Wraping 7 Mayat Pasien Covid-19 di RSBP Batam, Sudah 5 Hari Tidur Bareng Mayat

Baca juga: Kisah Bripda Josua Sibarani, Anak Petani Berhasil Jadi Polisi, Sempat 2 Kali Gagal Tes

Pengalaman membuat air tahu sendiri ia peroleh dari sang istri.

Mulanya ia hanya berjualan rokok, namun keuntungan yang diperoleh sangat kecil, dan ia memutuskan untuk membuat air tahu.

"Sejak corona ini memang saya rasakan pendapatan berkurang. Kalau dulu masih pagi, kadang air tahu saya sudah habis.

Sekarang ini siang saja belum tentu habis terjual," ujar Samad, Rabu (7/7/2021).

Sebelum pandemi covid-19, biasanya Samad bisa mengolah 2 kilogram kacang kedelai menjadi air tahu untuk sekali pembuatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved